Angkasa Pura 2

Penyelenggaan Mudik Lebaran 2019 Mulai Disiapkan, Ada Wacana Truk Tetap Boleh Melintas

KoridorJumat, 1 Maret 2019
Budi Setiyadi Dirjen

kemacetan-di-tol-jakarta-cikampek

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan dratf Peraturan Menteri Perhubungan (PM) tentang Pengaturan dan Pengelolaan Lalu Lintas kendaraan menjelang libur Idul Fitri tahun 2019 mendatang.

Dalam PM tersebut, pengaturan lalu lintas disesuaikan dengan liibur dan cui bersama yang ditetapkan Pemerintah. Namun ada wacana truk boleh melintas jika tol Jakarta-Cikampek Elevated sudah bisa dioperasikan.

Lebaran 1 Syawal 1440 H atau 5 Juni 2019, jatuh di hari Rabu. Sementara, cuti bersama dimulai hari Senin, tanggal 3 sampai 8 Juni 2018 atau hari Sabtu.

Namun begitu, pekan sebelumya ada dua hari libur nasional, yaitu Kamis (30/5/2019) adalah Kenaikan Isa Almasih, dan Sabtu (1/6/2019) adalah Hari Lahir Pancasila dan masuk hari libur Nasional. Keduanya hari libur dan berdekatan dengan Lebaran Idul Fitri tahun 2019 nanti.

Perkiraan Pemerintah, arus mudik Lebaran akan mulai sepekan sebelum Lebaran 2019, Rabu (5/6/2019). Jadi, rentang waktu perjalanan mudik Lebaran lebih panjang. Disini masyarakat diharapkan bisa lebih bijak memilih waktu tepat untuk pulang ke kampung halaman.

Sesuai draft PM Kemenhub, maka akan dilakukan pengaturan atau pembatasan lalu lintas, khususnya kendaraan berat dengan sumbu tiga atau lebih.

Truk angkutan berat atau golongan IV dan V itu akan dilarang beroperasi di di ruas tol Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Tol Trans Jawa, jalur Pantura dan beberapa ruas jalan nasional lainnya.

Truk Tetap Diizinkan Melintas ?

Sebelumnya, Dirjen Hubdat, Kemenhub Budi Setiyadi kepada pers mengatakan, dratf PM tersebut masih akan dibahas dengan para pihak terkait. Mereka itu antara lain Korlantas Polri, Kementerian PUPR, Jasa Marga dan operator angkutan barang baik Organda dan Aptrindo.

Jika rencana awal pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Elevated sudah selesai dibangun dan bisa dioperasikan, menurut Dirjen Budi, maka bisa saja truk angkutan berat tetap boleh melintas di Tol Jakarta-Cikampek.

“Namun, semua masih akan dibahas lebih mendalam bersama pihak terkait. Bagaimana opsi terbaik nanti. Yang pasti, harus dipilih solusi yang terbaik dan paling kecil resikonya,” tandas Dirjen Budi.

Sejalan dengan sudah beroperasinya tol Trans Jawa, serta tingginya harga tiket moda transportasi lain, maka ada potensi makin banyak pemudik menggunakan kendaraan pribadi atau bus AKAP.”Inilah yang harus diantisipasi bersama,” tukas Dirjen Budi.

Dia menambahkan, pihaknya mengimbau warga masyarakat yang akan mudik saat Lebaran nanti tidak semua terfokus di jalan tol. Tapi juga menggunakan jalan arteri, yang kini kondisi makin baik.

“Denan begitu, ada pembagian beban dan kemacetan parah bisa dihindari,” tegas Dirjen Budi.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari