Angkasa Pura 2

Tigor: Pengemudi Ojol Usulkan Kenaikan Tarif Saat Penyusunan PM

KoridorSabtu, 2 Maret 2019
IMG_20190125_083727

JAKARTA (beritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan emlalui Ditjen Hubdat sedang membuat regulasi Peraturan Menteri Perhubungan (PM) tentang Perlindungan Keselamatan Pengemudi dan Pengguna Ojek (Online).

“Dalam pembuatan PM Ojol ini para pengemudi meminta agar pemerintah menyusun regulasi tentang biaya jasa layanan atau “tarif” bagi Ojol,” kata Analis Forum Warha Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Dikatakan Tigor, usulan para pengemudi Ojol ini disebabkan adanya fakta perang tarif oleh para aplikator yang merugikan pengemudi. Terkait dengan rencana pengaturan tarif dasar (batas atas dan batas bawah) bagi Ojol dalam PM tersebut membuat para aplikator keberatan dan berkepentingan menolak regulasi tersebut agar mereka tetap bebas menetapkan tarif sesuai kepentingan aplikator.

“Klaim bahwa tarif murah adalah kepentingan dan akan menguntungkan pengguna Ojol adalah salah dan tidak benar. Tarif murah bukan alasan utama para pengguna memilih gunakan Ojol. Para pengguna memilih karena menggunakan Ojol, perjalanan mereka lebih akses dan jadi lebih cepat menembus kemacetan,” jelas Tigor.

Menurutnya, tarif murah justru membahayakan pengguna karena para pengemudi pendapatannya rendah dan tidak bisa melakukan perawatan sepeda motor secara benar.

“Kurangnya perawatan kendaraan tersebut maka merugikan pengguna Ojol karena sepeda motor yang digunakan jadi tidak laik jalan dan membahayakan keselamatan. Jadi adanya tarif murah justru merugikan pengguna dan pengemudi Ojol,” papar Tigor lagi.

Dia menambahkan, adanya pengaturan biaya jasa layanan (“tarif”) Ojol dalam PM Ojol adalah sudah sesuai dengan kepentingan perlindungan keselamatan para pengemudi dan pengguna Ojol itu sendiri.

“Pantaslah para pengemudi dan pengguna Ojol mendukung upaya pemerintah membuat PM tentang Ojol. Pantas juga para aplikator menolak PM tentang Ojol karena mereka menolak pengaturan batasan penetapan tarif Ojol,” tegas Tigor.(helmi)