Angkasa Pura 2

Puluhan Pemilik Kapal di Kabupaten Pangkep Kesulitan Urusan STTKI

Dermaga Kelautan & PerikananSabtu, 9 Maret 2019
2019-03-09 16.05.22

PANGKEP (BeritaTrans.com) – Puluhan pemilik kapal yang bersandar di Dermaga Pangkajene, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, mengeluhkan Surat Tanda Kebangsaan Kapal Indonesia (STKKI) yang sudah setahun tidak berlaku lagi.

Surat itu diterbitkan Dinas Perhubungan Pangkep sesuai pasal 60 Permenhub nomor 13 tahun 2012 dengan kategori Surat Laut Pas Kecil.

puluhan-pemilik-ka
Puluhan pemilik kapal yang bersandar di Dermaga Pangkajene, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulsel mengeluhkan Surat Tanda Kebangsaan Kapal Indonesia (STKKI) yang sudah setahun tidak berlaku lagi, Jumat (8/3/2019). Foto: munjiyah/tribunpangkep.com.

Kepada TribunPangkep.com, pemilik kapal penumpang asal pulau Karangrang, H Muh Tahir mengaku STKKI miliknya diterbitkan di Pangkep, 17 Mei 2017 dan STKKI berlaku sampai 18 Mei 2018.

Nama kapalnya Yus Amalia, tanda selar atau tanda pas C.6NO.185.17, tonase kotor 5, ukuran kapal 14.00×3.00×6.80, penggerak mesin Yanmar 300, bahan utama kayu, jumlah geladak satu dan tahun pembangunan 2017.

Kapal tersebut dipergunakan sebagai kapal motor angkutan penumpang dan alamat pemilik di Pulau Karangrang, Desa Mattiro Bulu Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

“Seharusnya itu diperbaharui karena itu sesuai arahannya Syahbandar. Tetapi, ribet karena Syahbandar suruh kami ke Dermaga Maccini Baji, disuruh bawa persyaratan dan kapal diukur disana padahal sudah adami ukurannya,” kata Tahir ditemui di Dermaga Pangkajene, Jumat (8/3/2019).

Tahir menambahkan, dia dan pemilik kapal lainnya menginginkan pengurusan STKKI tidak dipersulit oleh Syahbandar.

“Harus bawa persyaratan seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), pengantar dari kelurahan dan dibawapi kapal kesana untuk diukur. Jadi kalau tidak ada petugasnya tidak jadi lagi diukur,” ujarnya.

Menurut para pemilik kapal, sistem itu menyulitkan mereka karena waktu yang seharusnya dipakai memuat penumpang, terpakai untuk pengurusan STTKI.

“Maunya itu Syahbandar yang ke Dermaga Pangkajene mengukur, merekami kesini mengukur supaya semuanya aman dan berjalan baik,” ungkapnya.

Dampak tidak berlakukanya lagi STTKI tersebut, puluhan pemilik kapal tidak berani berlabuh hingga mengantar penumpang ke Pelabuhan Paotere Makassar.

“Selama tidak berlakumi STTKI itu kita tidak ke Paoteremi karena disana pemeriksaanya ketat dan pastimi kapal kami diamankan,” jelasnya.

Sekedar diketahui Surat Tanda Kebangsaan Kapal Indonesia adalah surat kapal yang memberi hak kepada kapal untuk dapat mengibarkan bendera Indonesia sebagai bendera kebangsaan kapal termasuk kapal penangkap ikan dan kapal penumpang.

STKKI ini ada Surat Laut yang terdiri dari Pas Besar, Pas Kecil, Pas Sungai dan Danau.

(via/sumber: tribunnews.com).

loading...