Angkasa Pura 2

UMKM Difasilitasi Gerai Khusus di Bandara Baru Yogyakarta

BandaraSabtu, 9 Maret 2019
IMG_20190216_115910

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) difasilitasi gerai khusus di Bandara Baru Yogyakarta/New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM Yogyakarta khususnya Kulon Progo.

“Nantinya produk UMKM akan terbagi menjadi food, craft, dan fashion yang akan mengisi gerai-gerai yang disediakan Angkasa Pura I di area keberangkatan NYIA selama operasional terminal internasional hingga bandara ini siap beroperasi penuh di akhir tahun 2019,” papar Devy di Yogyakarta, Sabtu (9/3/2019).

Sebagai BUMN yang mempunyai tanggung jawab sebagai agen pembangunan, lanjut Devy, upaya yang dilakukan Angkasa Pura I ini merupakan salah satu komitmen untuk turut memajukan perekonomian masyarakat di sekitar bandara.

Inisiatif ini kata dia, semoga dapat membantu mengenalkan produk UMKM DIY dan Kulon Progo kepada dunia melalui NYIA.

“Kami berharap melalui gerai khusus UMKM di NYIA ini dapat meningkatkan upaya promosi dan pemasaran bagi para pelaku UMKM serta meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kulon Progo maupun Provinsi DIY,” tutur Devy.

Pada tahap awal pengoperasian terminal internasional NYIA nanti, Angkasa Pura I menyediakan lima titik gerai UMKM yang masing-masing berukuran 1,5 meter persegi dan satu gerai berukuran 50 meter persegi yang tersebar di area boarding lounge.

Pihaknya menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) DIY dalam menentukan UMKM dan produk apa saja yang akan ditampilkan di gerai-gerai tersebut.

“Gerai UMKM ini akan memprioritaskan produk-produk lokal DIY. Untuk pembagian gerai, dua titik dialokasikan untuk UMKM Kulon Progo dan sisanya akan kami seleksi untuk UMKM DIY dan kabupaten sekitarnya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Srie Nurkyatsiwi.

Semua akan dilakukan kurasi produk dan evaluasi sesuai tata kelola yang ditentukan. Khusus UMKM yang bergerak di bidang kuliner, wajib memiliki izin PIRT, sertifikat halal, dan lolos uji BPOM.

Saat ini sudah ada 190 produk unggulan binaan Diskop UMKM DIY yang berpotensi masuk NYIA, yaitu dari kerajinan (batik, kayu, kulit, perak, kontemporer), fashion (hijab, baju, tas, sepatu, sandal), dan kuliner (makanan dan minuman kemasan). (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari