Angkasa Pura 2

Direktur Ahmad Yani Minta Pemda dan Aplikator Siapkan Area Ojol Tunggu Dan Turunkan Penumpang

KoridorMinggu, 10 Maret 2019
20190310_071500

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat), Kemenhub Ahmad Yani, ATD, MT meminta apalikator angkutan online khususnya Ojol dan Pemda di seluruh Indonesia memfasilitasi menyediakan tempat mangkal  atau tempat naik turunkan penumpang.

“Menertibkan mereka dengan melarang dan mengandangkan armadanya baik untuk tahap awalnya. Tapi, untuk jangka panjang perlu solusi yang lebih baik. Misalnya,  menyediakan tempat khusus mereka menunggu dan menjemput penumpangnya,” kata Ahmad Yani menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Selama ini, aparat Polri, Dishub dan  Satpol PP seperti di Jakarta misalnya, selalu melakukan operasi dan melarang ojol mangkal di simpul-simpul transportasi seperti Stasiun Gambir, Tanah Abang, Pasar Senen dan lainnya.

Ke depan, jelas Ahmad Yani, perlu mencarikan solusi yang lebih baik dan permanen sifatnya. Seperti menyediakan celukan khusus bagi ojol untuk menunggu atau menurunkan penumpangnya.

“Cara-cara seperti ini akan lebih baik dan manusiawi. Mendidik mereka tertib berlalu lintas, tapi tidak menutup peluang mereka untuk kerja dan mencari nafkah,” kilah Ahmad Yani.

Sinergi Pemda-Aplikator

Ahmad Yani mengusulkan, baik Pemda sebagai pemilik wilayah dan aplikator sebagai pemilik uang bisa bersinergi dan membangun celukan atau area khusus ojol untuk menunggu atau menurunkan penumpang.
  
“Lebih baik mereka bersinergi, dan membangun bersama fasilitas untuk ojol itu. Caranya Pemda menyediakan lahannya dan apalikator yang membangun. Atau cara lain yang mereka sepakati bersama,” sebut alumni STTD Bekasi itu.

Sebentar lagi MRT akan beroperasi. Tentu banyak penumpang yang turun di stasiun di sepanjang Jln Sudirman dan Jln Thamrin serta butuh angkutan lanjutan ke kantor atau tempat lain yang mereka kehendaki.

“Saya khawatir, kalau tak disipkan area khusus, nanti di sepanjang Jaln Sudirman-MH Thamrin akan menjadi area mankol ojol menunggu konsumennya,” papar Ahmad Yani.

Cara-cara seperti ini, tambah Yani, bisa dikembangkan daerah lain di Indonesia. Angkutam umum online adalah suatu keniscayaan. Sulit untuk membengung bahkan menghalangi mereka.

“Kita termasuk Pemda dan aplikator perlu memfasilitasi mereka. Jangan sebaliknya membiarkan mereka mangkal sembarangan sehingga bisa mengganggu ketertiban dan kemacetan di jakan raya,” tegas Ahmad Yani.(helmi)

loading...