Angkasa Pura 2

Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh: Semua Penumpang Tewas, Termasuk dari Indonesia, Model Pesawat Sama dengan Lion Air JT-601

KokpitMinggu, 10 Maret 2019
2019-03-10 21.39.26

thumbs_b_c_933665f9f5f6c90f2869c49e6fe2ddc5

ADDIS ABABA (BeritaTrans.com) – Pesawat Ethiopian Airlines jatuh baru sekitar enam menit setelah tinggal landas dari ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, dengan tujuan ibu kota Kenya, Nairobi pada Minggu (10/03).

Dalam pernyataannya, penerbangan ET-302 dengan menggunakan pesawat Boeing 737 Max-8 yang baru dioperasikan selama beberapa bulan itu mengangkut 149 penumpang dan delapan awak.

Mereka dinyatakan meninggal dunia, termasuk 32 warga Kenya, 18 warga Kanada, sembilan warga Ethiopia, delapan warga Amerika Serikat dan seorang warga negara Indonesia.

Pimpinan Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, mengatakan mereka yang berada di dalam pesawat naas itu berasal dari 30 negara yang berbeda-beda.

_105967185__105965801_53241096_2204408466310518_5741434009808797696_o-1
Hak atas foto ETHIOPIAN AIRLINES
Pimpinan Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, meninjau lokasi jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan ET-302.

Selain seorang penumpang dari Indonesia, terdapat satu penumpang dari masing-masing negara; Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda dan Yaman.

Kedutaan Besar RI di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, telah menerima pemberitahuan resmi bahwa satu warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines, yang jatuh pada Minggu (10/3).

“KBRI Addis Ababa telah mendapatkan informasi dari kantor Ethiopian Airlines, saat ini Kemlu dan KBRI Addis Ababa sedang mengonfirmasi identitas korban WNI tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu.

Ledakan dan kebakaran

Sejauh ini pihak berwenang menyatakan belum tahu penyebab jatuhnya pesawat.

Menurut database maskapai penerbangan sipil, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh ini baru saja dikirim ke Addis Ababa November lalu.

Tak lama setelah kecelakaan ini pihak Boeing mengeluarkan pernyataan melalui Twitter, menyampaikan belasungkawa dan mengatakan “Tim teknis Boeing bersiap memberikan bantuan teknis berdasarkan permintaan dan petunjuk Dewan Keselamatan Penerbangan AS NTSB.”

Sedangkan Flightradar 24 mencuit di Twitter bahwa “kecepatan vertikal” pesawat Ethiopia itu “tidak stabil setelah lepas landas.”

NINTCHDBPICT000474968944

Model pesawat itu sama dengan model pesawat yang dioperasikan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh dalam penerbangan dari Jakarta-Pangkal Pinang pada tanggal 29 Oktober tahun 2018. Dalam peristiwa itu, seluruh 189 penumpang dan awak kapal meninggal dunia setelah pesawat jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Seorang saksi mata di tempat kejadian di Addis Ababa mengatakan kepada BBC bahwa terjadi kebakaran besar ketika pesawat menghantam darat.

“Ledakan dan kebakaran begitu dahsyat sehingga kami tidak bisa mendekat,” katanya.

Semuanya terbakar habis. Ada empat helikopter di lokasi kejadian sekarang,” tambahnya.

Berita tragis itu kali pertama diungkapkan oleh Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, yang menyampaikan “belasungkawa mendalam” melalui akun Twitter.

Produsen pesawat Boeing menyatakan kesedihan mendalam atas jatuhnya pesawat Ethiopia Airlines yang menyebabkan seluruh penumpang dan awaknya meninggal dunia.

_105967187__105965796_et-avj1-1
Hak atas foto JONATHAN DRUION
Image caption
Pesawat Boeing 737 Max-8 yang jatuh pada Minggu di Addis Ababa.

Menyusul jatuhnya pesawat Lion Air B-737 Max-8, Boeing menerbitkan buletin khusus tentang masalah sensor yang diperingatkan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dalam buletin, perusahaan Amerika itu menegaskan bahwa para pejabat KNKT yakin pilot mendapat informasi yang salah dari sistem otomatis pesawat sebelum jatuh menghujam ke perairan Karawang.

Tim penyelidik KNKT, dalam laporan pendahuluan November lalu, mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari perekam data penerbangan, sistem keselamatan otomatis pesawat itu berulangkali mendorong hidung pesawat ke bawah, meskipun pilot berupaya keras mempertahankan kendali.

KNKT yakin sistem otomatis yang mencegah pesawat berhenti jika terbang terlalu tinggi, pada pesawat Boeing versi baru itu menerima informasi yang salah dari sensor pada badan pesawat.

Sejauh ini belum ada indikasi pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh di Addis Ababa tersebut mengalami masalah serupa.

Sebelumnya CEO Boeing Dennis Muilenburg, mengatakan dalam wawancara dengan CNBC, Kamis, bahwa dia “sangat yakin” dengan keamanan 737 MAX. Pesawat ini adalah tipe terbaru pesawat jet penumpang yang menjadi pilihan selama puluhan tahun.

“Kami tahu pesawat-pesawat kami aman,” kata Muilenburg. “Kami belum mengubah filosofi rancangan kami.”

Penyelidik kecelakaan mengatakan mereka memusatkan perhatian pada sistem anti-stall atau sistem yang mencegah pesawat kehilangan daya angkat. Sistem anti-stall itu diduga menyebabkan pesawat Lion Air nahas itu terus menukik karena mendapat data yang salah dari sensor yang rusak di sebelah kiri. Sensor tersebut tidak diganti setelah penerbangan sebelumnya yang juga bermasalah.

Boeing mengatakan prosedur kokpit yang diterapkan pada penerbangan sebelumnya sudah ada untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi regulator penerbangan AS mengatakan Boeing juga menyelidiki kemungkinan kesalahan perangkat lunak. Penyelidikan itu dilakukan setelah Boeing dikecam karena tidak memberitahu perubahan terbaru yang dilakukan pada sistem otomasi pada buku manual 737 MAX.

A3EA8439-0870-4668-812E-FCDE0712C8D7_w408_r0_s
Seorang siswa penerbangan Lion Air Group sedang belajar menerbangkan pesawat dengan pengawasan instruktur senior di dalam simulator Boeing 737-900ER di Angkasa Training Center, Jakarta, 2 November 2018.

Pernyataan Muilenburg keluar bersamaan dengan pernyataan dari regulator penerbangan India yang mengatakan pilot-pilot yang menerbangkan 737 MAX harus mendapat pelatihan simulator yang meniru skenario yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.

Kementerian Perhubungan Indonesia juga mengatakan akan segera menerapkan kewajiban baru pelatihan simulator.

Pelatihan tambahan juga menjadi perhatian utama setelah kecelakaan

Lion Air berencana untuk memiliki simulator 737 MAX sendiri tahun depan, kata Managing Director Daniel Putut.

(dien/sumber: BBC Indonesia/VOA/Antara).

loading...