Angkasa Pura 2

Kini Saatnya Batasi Kecepatan di Tol, Atau Kena Denda Saat Bayar Pajak

Aksi Polisi KoridorSenin, 11 Maret 2019
IMG_20190311_200929

IMG-20190311-WA0020

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mari batasi kecepatan kenderaan di jalan tol. Meski berada di jalan bebas hambatan, bukan berarti bebas memacu kendaraan bahkan melebihi batas normal.

Seperti pepatah mengatakan: “Pergi mancing pake dasi, siangnya ke bandara, Gak usah kepancing emosi, tetap fokus berkendara.”

“Ke warung beli gas, pulangnya makan bubur, Sabar bro/sist jangan langsung tancap gas bak orang nagwur.” pesan @ditjen hubdat dan @terminal tipe a louksumawe.

Kamera Pemantau Kecepatan

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Ahmad Yani nengatakan, batas kecepatan kendaraan di tol adalah diantara 60 km/jam sampai 100 km/ jam. Laju kendaraan di tol takbbolej kurang atau lebih dari angka tersebut.

“Jika kurang dari 60 km/ jam tak boleh, karena menghambat kendaraan lain. Bahkan patut diduga mengalami overload atau kelebihan muatan,” katanya menjawab BeritaTrans.com, kemarin.

Sementara, jika lebih dari 100 km/ jam meaki di jalan tol, akan sangat berbahaya, baik bagi pengemudi serta pengguna jalan lainnya.

“Jika ada masalah seperti ngantuk dan tak bisa mengendalikan kendarannya sangat vatal akibatnya,” jelas Ahmad Yani.

Oleh karenanya, tambah dia, atas kesepakatan bersama. operator jalan tol akan memasang kamera pemantau kecepatan.

“Jika kesapatan melebihi kecepatan, akan ditilang polisi. Atau nanti dendanya diakumulasikan saat membayar pajak/ STNK,” tegas Ahmad Yani.(helmi)

loading...