Angkasa Pura 2

Perum DAMRI Akui Naikan Tarif Tiga Trayek Bus Angkutan Bandara Soetta, Ini Alasannya

Bandara KoridorSenin, 11 Maret 2019
Counter-Damri-di-Bandara-Hang-Nadim-Batam-696x438

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sesuai dengan “Sorotan” Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang dipublikasikan baru-baru ini, manajemen DAMRI mengakui bahwa tarif layanan eksekutif (non ekonomi) untuk 3 trayek dari dan menuju Bandara Soetta mengalami kenaikan sejak 7 Januari 2019.

“Ketiga trayek tersebut adalah yang berasal dari tempat pemberangkatan Cikarang, Karawang dan Purwakarta,” kata Dirut Perum DAMRI Milatia Setia Meoemin di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Sementara, ada 27 trayek lainnya tidak mengalami kenaikan sejak 2014 atau sejak 5 tahun yang lalu hingga hari ini. Kenaikan tarif terakhir kalinya ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi nomor SK.622/PR.305/DAMRI – 2014 tentang Penyesuaian Tarif Angkutan Penumpang Bus DAMRI dari dan ke Bandara Internasional Soetta melalui jalan tol.

Manajemen Perum DAMRI, lanjut Milatia, mengapresiasi YLKI yang terus konsisten dengan perannya untuk melindungi konsumen dan yang telah mengingatkan Perum DAMRI untuk mematuhi UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Pada prinsipnya, Perum DAMRI meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan konsumen, apabila dianggap bahwa sosialisasi kenaikan tarif untuk 3 trayek tersebut kurang intensif dilaksanakan atau jika dianggap bahwa informasi mengenai alasan kenaikan trayek tersebut kurang jelas disampaikan,” jelas Milatia.

Sosialisasi kenaikan tarif pada dasarnya telah dilaksanakan dengan cara menempel pengumuman tentang kenaikan tarif di dalam bus dan di tempat pemberangkatan. Dengan demikian, ke depan DAMRI akan terus meningkatkan mekanisme sosialisasi mengenai hal-hal yang terkait langsung dengan hak konsumen.

Ini Alasan Kenaikan Tarif

Kenaikan tarif untuk tiga trayek tersebut telah mempertimbangkan kelangsungan usaha dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat agar kesinambungan pelayanan tetap terjaga.

Sebagai penjelasan terkait kenaikan tarif tiga trayek tersebut adalah sebagai berikut:
1) Adanya pembangunan di ruas tol Cikampek yang kita ketahui bersama telah mengakibatkan kemacetan luar biasa sehingga waktu tempuh semakin panjang, target jumlah ritase sulit dicapai dan biaya operasional armada yang meningkat.

2) Jarak tempuh yang relatif panjang dengan load factor (tingkat okupansi) yang relatif rendah dibandingkan trayek lainnya;

No Trayek Jarak Tempuh
+ Km LF Rata-rata
2018
1 Karawang – Basoetta 138 21
2 Purwakarta – Basoetta 135 42
3 Cikarang – Basoetta 99 39

3) Adanya pengaruh faktor ekonomi seperti inflasi, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP)/Upah Minimum Regional (UMR), serta tarif tol yang naik setiap dua tahun sekali.

Peningkatan pendapatan DAMRI, tambah Milatia, utamanya dipergunakan untuk meningkatkan kinerja pelayanan, diantaranya untuk investasi armada baru, pembaruan sistem tiket, kemudahan pelanggan untuk mendapatkan informasi, pengelolaan armada berbasis IT, dll.(helm)