Angkasa Pura 2

Dirjen Polana Paparkan Isu Strategis Penerbangan di IATEC Ke – 5

Bandara KokpitSelasa, 12 Maret 2019
IMG-20190312-WA0016

IMG-20190312-WA0014

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti memaparkan isu strategis penerbangan usai membuka acara Aviation Training & Education Conference (IATEC) 2019/Konferensi Pelatihan dan Pendidikan Penerbangan Indonesia di Jakarta hari ini (13/3/2019).

“Saya apresiasi penyelenggaraan IATEC ini untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) penerbangan yang kompeten,” ujar Polana.

Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan ada beberapa isu yang perlu diindentifikasi dengan lebih detil.

Pertama adalah terkait Pendanaan. Misalnya adalah bahwa saat ini, pengembangan bandara tergantung pada anggaran pemerintah negara bagian (APBN).

“Oleh karena itu kita perlu mengembangkan skema baru untuk membiayai pengembangan bandara dengan skema Public Private Partnership (PPP),” katanya.

Selanjutnya fasilitas dan infrastruktur seperti kapasitas dan konektivitas bandara. Ketiga adalah teknologi dan informasi seperti kebutuhan untuk menerapkan sistem informasi yang terintegrasi untuk meningkatkan layanan transportasi udara.

Keempat dituturkannya, dalah terkait peraturan dan kebijakan. Seperti kebutuhan untuk meningkatkan pengawasan dan kepatuhan standar penerbangan internasional dan rekomendasi.

“Organisasi juga menjadi isu strategis seperti memperkuat organisasi sesuai dengan reformasi birokrasi dan mendorong pemerintah daerah dan juga lembaga non-pemerintah untuk terlibat dalam penerbangan sipil,” ungkap dia.

Isu lainnya menurut Polana adalah manajemen implementasi yakni kebutuhan untuk meningkatkan koordinasi antara lembaga dan organisasi nasional.

Sebagai core bisnis yang mengutamakan keselamatan, maka kinerja layanan harus terus ditingkatkan.

Meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan, kinerja tepat waktu dan memuaskan publik menjadi hal yang menjadi perhatian.

Masalah konektivitas, biaya logistik, efisiensi penerbangan, dan dukungan untuk rencana strategis nasional.

“Tentu saja yang tak kalah strategis asalah masalah SDM,” imbuh Polana. (omy)

loading...