Angkasa Pura 2

Sosialisasikan Mitigasi Bencana Tsunami, ASDP-KKP Gelar Jambore Pesisir Diikuti 400 Anggota Pramuka

Another News Koridor SDMRabu, 13 Maret 2019
IMG-20190313-WA0052

IMG-20190313-WA0053

BAKAUHENI (BeritaTrans.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu (13/3/2019) menggelar kegiatan Jambore Pesisir yang digelar dalam rangka menyosialisasikan mitigasi bencana tsunami.

Sebanyak 400 anggota Pramuka Kwarcab Pandeglang, Banten dan Lampung Selatan, Lampung bersama dengan perwakilan pejabat, masyarakat dan pelaku pariwisata setempat mengikuti kegiatan Jambore Pesisir yang digelar dalam rangka menyosialisasikan mitigasi bencana tsunami.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya tindak lanjut dari bencana tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu di Pandeglang dan Lampung Selatan.

“Adanya bencana tersebut perlu menjadi perhatian sehingga masyarat sekitar dapat melakukan mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana serupa di kemudian hari,” kata Ira.

Atas dasar itulah, menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan ASDP memandang pentingnya kegiatan ini dengan tujuan penyadartahuan bencana tsunami, mengingat Pelabuhan Bakauheni yang menjadi daerah operasi ASDP berpotensi terdampak bencana tsunami.

IMG-20190313-WA0054

“Kegiatan ini sangat penting bagi masyarakat terutama dalam hal mitigasi bencana tsunami dan kesiapan masyarakat sebagai bentuk antisipasi kemungkinan kejadian yang sama di kemudian hari.”

“Hal ini ASDP lakukan sebagai bentuk perhatian kami kepada masyarakat sekitar pelabuhan khususnya masyarakat di Lampung Selatan yang pernah mengalami bencana tsunami beberapa waktu lalu,” ujar Ira.

Dalam kesempatan ini, selain sebagai penyedia lokasi Jambore di Pelabuhan Bakauheni. Acara ini diikuti ratusan peserta dan diharapkan berjalan lancar dan memberikan hasil optimal.

Yaitu, memberikan bekal atau mitigasi bencana sekaligus bisa mengantisipasi jika bencana itu datang kembali, baik gempa, tsunami atau lainnya. Mereka bisa bertindak cept dan tepat sehingga mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.(helmi)

loading...