Angkasa Pura 2

Diapresiasi KNKT, PPN Komit Jalankan Semua Rekomendasi Untuk Tingkatkan Keselamatan Truk Tangki BBM

Energi KoridorKamis, 14 Maret 2019
IMG_20190314_084012

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Pertamina Patra Niaga (PPN) anak perusahaan Pertamina yang mengurusi angkutan BBM dengan truk, komit menjalankan semua rekomendasi KNKT guna mencegah kasus kecelakaan termasuk kasus kebakaran yang dipicu suhu tinggi pada tromol dan as roda truk tangki BBM.

Bukan hanya itu, manajemen PPN mealui Tim 7 juga berhasil menciptakan inovasi baru berupa SmartMT, yaitu alat sensor suhu pada tromol roda truk tangki BBM yang dioperasikan PPN. “Secara bertahap, seluruh truk tangki BBM yang dioperasikan PPN akan dilengkapi dengan SmartMT ini,” kata Dirut PPN Nina Sulistyowati saat dikonfirmasi BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Dari hasil paparan investigasi KNKT dari insiden di Banyuwangi, kata Nina, pihaknya mendapatkan kesimpulan bahwa panas berlebih di dalam tromol roda hingga menimbulkan percikan api dan membakar seluruh mobil tangki.

“Berangkat dari insiden api di mobil tangki tersebut, kami berpikir untuk mencari inovasi apa yang bisa mengatasi permasalahan ini. Kesimpulannya adalah perlu digitalisasi yang dapat mengontrol kondisi mobil tangki yang sedang beroperasi secara lebih mudah dan dapat dipantau secara online,” jelas Nina Sulistyowati disela-sela peluncuran SmartMT pada truk tangki BBM milik PPN.

Sementara, Investogator senior KNKT Achmad Wilda yang juga IIC dalam beberapa kasus laka truk tangki BBM, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan langkah cepat PPN menindaklanjuti rekomendasi KNKT untuk meningkatkankeselamatan transportasi khususnya truk tangki BBM.

“Langkah dan kebijkan PPN ini layak diapresiasi dan ditiru pihak lain, khususnya operator truk tangki BBM. Pemasangan SmartMT atau black box ini sangat penting dan mampu memberikan deteksi dini khususnya terkait susu panas di tromol dan as roda,” jelas Wildan.

Dengan SmartMT ini, menurut putra Tegal itu, pengemudi atau AMT akan mendapatkan peringatan dini yaitu saat suhu tromol dan As roda mencapai 60 derajat celsius. Dan bisa suhu mencapai 80 derajat celsius ada peringatan lagi, daan saat itu kendaraan sudah harus berhenti.

“Jika perngatan dan antisipasi dini yang disampaikan SmartMT ini ditaati AMT, maka potensi terjadinya kecelakaan khususnya kebakaran truk tangki BBM bisa dihindari. Kita semua harus peduli keselamatan, dan langkah PPN ini perlu ditiru perusahaan lain yang serupa,” tandas Wildan.

IMG_20190314_084033

Disabut Positif AMT

Nina menambahkan, dengan adanya SmartMT ini mendapatkan sambutan positif dari pengemudi mobil tangki (AMT) karena sangat membantu tugas mereka terutama saat menghindari kecelakaan/kebakaran itu.

“Selama ini, sebelum mereka berangkat untuk mendistribusikan BBM/BBK, para pengemudi mobil tangki terlebih lebih dulu melakukan pengecekan suhu ban mobil tangki menggunakan thermometer gun,” sebut Nina

“Setelah dipasang sensor suhu di masing-masing sumbu roda, pengemudi mobil tangki hanya perlu melihat indikator yang tersaji di dashboard mobil tangki. Informasi yang terlihat adalah indikator suhu ban di level merah, kuning, atau hijau. Apabila indikator suhu ban berwarna kuning, lampu tanda peringatan akan menyala di dashboard disertai bunyi beep,” terang Nina Sulistyowati.

Dengan adanya indikator sensor suhu pada sumbu ban, pengelolaan kecelakaan yang tidak diharapkan bisa diantisipasi lebih dini. Lampu kuning atau merah yang menyala di dashboard menjadi pertanda bagi pengemudi mobil tangki untuk segera ke bengkel guna melakukan pengecekan ban.

Kendala yang berpotensi menimbulkan celaka saat mobil tangki berada di jalan raya pun bisa diminimalkan, bahkan dapat dicegah lebih dini.
“Data yang dihasilkan dari alat pendeteksi juga diunggah di Control Room yang berada di kantor Pusat PPN sehingga petugas bisa langsung memperingatkan pengemudi mobil tangki apabila lampu tanda peringatan menyala,”

“Dengan mengetahui adanya kendala lebih dini, para pengemudi mobil tangki tidak perlu was-was lagi ketika sedang berkendara,” tambah Manager ICT Departemen, Giyarto, yang juga pemimpin Tim Research & Development Digitalisasi Mobil Tangki PPN.

Keberhasilan penerapan sensor suhu pada sumbu roda mobil tangki mendorong Giyarto dan tim yang terdiri dari Asrul Rizal, Aditya Munggaran, Haryanto, Hari Dharmawan, Bayu Riyadi, dan Wahyu untuk melakukan digitalisasi sistem penanggulangan kecelakaan pada mobil tangki.(helmi)

loading...