Angkasa Pura 2

Peresmian Terminal Bandara Pangkal Pinang Oleh Presiden, Penyemangat Angkasa Pura II Tingkatkan Layanan

Bandara KokpitKamis, 14 Maret 2019
IMG-20190314-WA0056

PANGKAL PINANG (BeritaTrans.com) -Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo karena telah meresmikan Terminal Baru Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Kamis (14/3/2019).

Dia mengatakan, terminal baru Bandara Depati Amir dioperasikan sejak 2017 dan telah melayani masyarakat Kepulauan Bangka Belitung dengan standar pelayanan tinggi.

“Kami berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah meresmikan Bandara Depati Amir. Tentu saja peresmian ini menjadi penyemangat bagi kami agar pelayanan dapat tetap terjaga bahkan ditingkatkan,” ujar Awaluddin.

Apalagi standar pelayanan tinggi yang diterapkan di Bandara Depati Amir juga mendapat pengakuan industri penerbangan global.

Bandara ini mendapat empat penghargaan Airport Service Quality (ASQ) Award 2018 yang digelar Airport Council International (ACI) untuk kategori traffic penumpang dibawah 2 juta pergerakan penumpang pertahun yaitu “Best Airport by Size and Region”, “Best Environment and Ambience by Size_”, “Best Customer Service by Size” dan “Best Infrastructure and Facilitation by Size.

Terminal Bandara Depati Amir mulai beroperasi 11 Januari 2017 dan menjadi ikon baru kota Pangkalpinang dengan desain modern dan megah serta mengedepankan kearifan lokal.

Terminal dua lantai berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun ini dibangun dengan investasi Rp649,7 miliar pada 2012-2018.

“Angkasa Pura II kini mulai menjalankan proyek perluasan terminal tahap I dengan investasi Rp313,07 miliar yang ditargetkan selesai pada 2020,” ujarnya.

Setelah terminal diperluas maka kapasitas bertambah menjadi 3 juta penumpang per tahun, lalu garbarata menjadi tiga garbarata.

Hal itu sesuai dengan permintaan Presiden untuk menimgkatkan kapasitas terminal bandara Depati Amir.

“Pembangunan sisi selatan diharapkan insyaallah akan selesai di 2020 dengan penambahan kapasitas menjadi 3 juta penumpang. Tapi saya juga sudah perintahkan untuk bangun terminal sisi utara, sehingga total kapasitas yang ada menjadi 5 juta penumpang per tahun,” jelas Presiden.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan bahwa seperti yang di sampaikan Presiden bahwa ini rencana yang baik dalam 5 tahun kedepan dalam mengantisipasi peningkatan laju penumpang yang terus meningkat.

Bandara ini diperluas dengan memiliki 12 check-in counter, 3 departure gate serta fasilitas penunjang lain seperti executive lounge, toilet difabel, 2 mesin self check-in dan musholla.

Pada 2018 jumlah penumpang di Bandara Depati Amir mencapai 2,17 juta penumpang atau naik sekitar 6% dibandingkan dengan 2017 hanya 2,05 juta penumpang.

“Setelah peresmian ini bukan berarti pengembangan berhenti. Kami memperluas terminal Bandara Depati Amir hingga bisa menampung 3 juta penumpang, karena saat ini traffic juga sudah mencapai sekitar 2 juta penumpang. Ke depannya, kami optimistis rute penerbangan akan semakin banyak di Pangkalpinang,” tutur Awaluddin.

Rute domestik yang dilayani maskapai di Bandara Depati Amir saat ini antara lain dari dan ke Palembang, Jakarta, Batam, Bandung, dan yang terdekat adalah Tanjung Pandan di Belitung.

Dalam waktu dekat Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Belitung, akan diserahkan pengoperasiannya dari Kementerian Perhubungan ke Angkasa Pura II dengan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Aset Barang Milik Negara selama 30 tahun.

“Besar nilai Investasi yang sudah disiapkan untuk pengembangan Bandara HAS Hanandjoeddin untuk jangka waktu 30 tahun kedepan kami perkirakan sebesar Rp550 miliar, sudah termasuk perluasan terminal penumpang pesawat,” kata dia.

Khusus terminal penumpang, pengembangan akan dilakukan pada 2019 hingga 2020 dengan investasi sekitar Rp150 miliar. Adapun terminal penumpang HAS Hanandjoeddin sendiri saat ini memiliki luas 3.552 meter persegi.

Awaluddin mengatakan dengan KSP maka pemerintah bisa lebih menghemat APBN karena pendanaan investasi pengembangan dan pengoperasian bandara akan bersumber dari kas internal AP II.

“Sebentar lagi AP II akan mengoperasikan Bandara HAS Hanandjoeddin yang terletak di Pulau Belitung, di mana saat ini kami sudah mengoperasikan Bandara Depati Amir di Pulau Bangka. Dengan demikian, melalui dua bandara yang dikelola, AP II akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung,” pungkas Awaluddin. (omy)

loading...