Angkasa Pura 2

Cerdik Memilih Peluang Bisnis di Era Disruptive

Ekonomi & Bisnis Koridor SDMSabtu, 16 Maret 2019
IMG_20190211_211506

JAKARTA (beritaTrans.com) – Dunia dewasa ini sudah memasuki era industri 4.0. Yang juga disebut era pengganggu atau teknologi disruptive. Inilah era industri 4.0, seperti yang sedang kita hadapi saat ini.

Di era ini, kita bisa maju sukses luar biasa, atau jatuh bangkrut sebagai pecundang. Pengalaman membuktikan.
“Beberapa koran (konvensional) di Indonesia, TV (swasta) Matahari (super market), dan PO Bluebird pada (gulung tikar) ?,” kata akademisi dan investigator KNKT Achmad Wildan kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

“Kita memasuki era big data. Siapa yang menguasai big data, dia yang akan pegang kendali. Selain itu harus cerdas memilih dan mengembangkan potensi bisnis yang paling menjanjikan,” jelas kandidat doktor di Universitas Tarumanegara Jakarta itu.

Fenomena menarik yang perlu dicermati di era disrutive ini, adalah rontoknya organisasi dan tatanan bisnis yang ada termasuk di Indonesia saat ini. “Bagaimana cerdik memilih dan memanfaatkan usaha dengan optimal,” papar Wildan.

Dia menambahkan, semua peraturan dianggap tidak berlaku lagi, semua harus mengikuti permainan industri 4.0 ini. Alibaba, Tokopedia, Bukalapak, Go-Jek, Grab, Uber dll.

“Mereka itulah beberapa contoh para punggawa industri 4.0 ini dan saat ini. Mereka bahkan bisa memaksa negara utk merubah regulasinya,”kata Wildan lagi.

Dikatakan, semua konsep ilmu survey konvensional seakan musnah, dalam ilmu transport OD Survey yang dulu adalah suatu keharusan untuk menyusun jaringan transportasi, sekarang tidak berlaku lagi.

“Industri ini (era industri 4.0) ini, benar-benar mengganggu tatanan keilmuan, sosial, budaya dan ekonomi dunia,” papar Wildan lagi.

Masaalah sekarang, tambah Wildan, bagaimana kita memanfaatkan dan menguasai big data. Kemudian cermat dan cerdas memilih peluang usaha yang terbaik di masa depan.

“Tentunya harus sesuai dengan selera dan dinamika generasi milebials kini,” tegas Wildan.(helmi)

loading...