Angkasa Pura 2

Menakar Keberpihakan Paslon Capres-Cawapres Pada Angkutan Umum

KoridorSenin, 18 Maret 2019
IMG_20190318_100825

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Program dan keberpihakan pada angkutan umum, mana yang lebih baik dari dua pasangan calon (paslon) capres dan cawapres masih perlu diperdebatkan. Seharusnya, masalah ini bisa menjadi entry point untuk menggaet simpati masyarakat menjelang Pilpres dan Pimilu 17 April 2019 mendatang.

“Terkait keberpihakan capres pada layanan angkutan umum memang tidak muncul dalam debat capres 17 Pebruari 2019 lalu. Soal keberpihakan pada pembangunan sistem transportasi atau angkutan umum penting dijadikan perdebatan. Hal ini bisa untuk menguji kedua paslon presiden, Jokowi dan Prabowo dalam isu infrastruktur,” kata analis Kebijakan Publik Fakta Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Seharusnya, isu Sistem transportasi muncul lebih dalam pada saat debat para calon Presiden dan cawaares agar dilihat keberpihakan dan kemampuan mereka dalam membangun fasilitas layanan transportasi umum di Indonesia.

“Saat debat capres kedua tersebut Jokowi sempat mengangkat hasil kerjanya membangun jalan di Indonesia. Jokowi sendiri hingga saat ini sudah banyak berhasil membangun jalan tol Trans Jawa juga Trans Papua dan kemarin Trans Sumatera,” jelas Tigor.

Bahkan, Jokowi sempat mengungkapkan jalan yang sudah dibangun pada masa pemerintahannya dan dibuli oleh para pendukung Prabowo. “Mereka, para pendukung Prabowo mempertanyakan, kok Jokowi sampai ingat detail panjang jalan yang dibangunnya.”

Pertanyaan serupa sempat dilontarkan pada saya, aku Tigor. dan saya menjawab: “ya wajar Jokowi bisa menyebutkan detail hasil kinerja sendiri. Kita pun akan ingat secara detail apa saja yang kita kerjakan. Ingatan itu juga sekaligus menunjukan bahwa Jokowi tidak pelupa atau pikun,” terang Tigor.

Sementara memang Prabowo tidak bisa menyampaikan hasil pembangunan infrastruktur karena faktanya belum bikin apa-apa sampai sekarang. “Mungkin, bikin gang kecil sekali pun belum pernah karena belum pernah jadi Ketua RT, Ketua RW, Walikota, Gubernur atau Presiden kan,” tanya Tigor diplomatis.

Dia menambahkan, sampai hari kubu Prabowo baru bisa berwacana dan janji semata. Belum ada bukti kerjanya selama tiga periode masa pemilu pilpres di Indonesia.

Oleh karena itu, “Saya sangat menyesalkan Jokowi tidak mau membuka dan menyampaikan hasil pembangunan di bidang transportasi Indonesia selama masa kepemimpinannya. Setidaknya saya bisa katakan bahwa Jokowi sudah memiliki kerja dan kerjanya dalam membangun dan mengembangkan sistem transportasi umum massal,” terang Tigor.(helmi)

loading...