Angkasa Pura 2

Mengintip Kegiatan Operasional Bandara Angkasa Pura I Berbasis Lingkungan

BandaraSenin, 18 Maret 2019
IMG_20190318_191512

BALI (BeritaTrans.com) – Pengelola 13 Bandara PT Angkasa Pura I komit menyediakan kegiatan operasional berbasis lingkungan.

Ingin tahu apa saja? Yuk sama-sama mengintip beberapa inisiatif pada kegiatan operasional yang berbasis lingkungan.

“Kami melakukan pelaporan karbon yang dihasilkan di semua 13 bandara melalui platform ACERT (ACI’s Airport Carbon and Emissions Reporting Tool) setiap enam bulan. Platform ini memudahkan Angkasa Pura I dalam mereview pengelolaan energi,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi di Bali, Senin (18/3/2019).

Pihknya juga melakukan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam setiap pembangunan di kawasan bandara, baik kawasan sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside).

Menyediakan instalasi fasilitas pengelolaan air hujan, daur ulang air limbah, pengukuran emisi kendaraan, dan pengelolaan sampah/ waste management.

“Mengimplementasi konsep arsitektur penerangan terminal pada bandara dan terminal bandara baru,” katanya.

Selain itu, Angkasa Pura I juga menginstalasi LED floods lights untuk penerangan area apron, sistem sensor pada peralatan, panel surya, dan pendingin dengan bantalan magnetic sentrifugal.

“Semua ini digunakan sebagai solusi alternatif dalam penghematan energi,” imbuh dia.

Pihaknya juga melakukan kajian habitat management untuk memastikan pembangunan dan operasional bandara tidak mengganggu biodiversity dan memitigasi bahaya (hazard) yang ditimbulkan oleh kehadiran hewan liar di kawasan bandara.

Komit Angkasa Pura I terhadap lingkungan hidup dan operasi bisnis yang berkelanjutan juga ditunjukkan dengan keikutsertaan Bandara Adi Soemarmo Solo pada program Airport Excellence (APEX) in Environment yang diadakan oleh Airports Council International (ACI) pada tahun 2018.

Bandara Adi Soemarmo Solo menjadi bandara pertama di Asia-Pasifik yang ikut serta dalam kegiatan terkait penerapan prinsip lingkungan hidup dan keberlanjutan di bandara tersebut.

“Pada program ini dilakukan review terhadap aspek pengelolaan lingkungan di Bandara Adi Soemarmo Solo oleh para ahli lingkungan hidup dan juga mempelajari best practice pengelolaan bandara berbasis lingkungan hidup dari bandara-bandara terkemuka di dunia,” pungkas Faik. (omy)

loading...