Angkasa Pura 2

Aplikator dan Pemda Wajib Siapkan Shelter Untuk Driver Ojol

KoridorSelasa, 19 Maret 2019
IMG_20190319_211958

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Go-jek dan Grab sebagai aplikator wajib menyediakan tempat beristirahat (shelter) bagi driver. Selain aplikator, Pemda juga berkewajiban menyediakan shelter untuk para driver. Di shelter itu mereka bisa naik-turunkan penumpang dan juga beristirahat.

“Aturan tersebut diatur dalam PM No.12/2019 tentang Ojek Online (Ojol),” kata Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Ke depan, aplikator dan juga Pemda harus menyediakan shelter untuk para driver Ojol tersebut. “Misalkan di terminal, stasiun, disiapkan shelter supaya (Ojol) bisa berkumpul di satu lokasi,” jelas Dirjen Budi.

Dikatakan, pada pasal 8 huruf PM No 12/2019 dijelaskan, bahwa (pembangunan) shelter tersebut menjadi kewajiban bagi aplikator. Namun, shelter tersebut tak hanya menjadi kewajiban aplikator, melainkan Pemerintah Derah (Pemda) juga.

Dalam Permenhub No. 12/2019, kewajiban menyediakan shelter masuk dalam aspek keteraturan. Dalam pasal 8 huruf a disebutkan pengemudi harus berhenti, parkir, menaikkan, dan menurunkan penumpang di tempat yang aman dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dikatakan Dirjen Budi, Pemda juga kewajiban untuk menertibkan perilaku pengemudi dalam berlalu lintas juga menjadi tanggung jawab aplikator.

Dalam aturan itu, banyak hal yang harus dipenuhi pengemudi mulai dari kewajiban memiliki SIM C hingga berpakaian dan berperilaku yang sopan kepada penumpang. Semua ada aturannya dan pihak aplikator dan Pemda harus ikut mengawasi ojol di lapangan.

“Jadi intinya (dalam PM No.12/2019) ini ada empat hal pokok, mulai dari keselamatan, kemitraan, suspend dan terakhir biaya jasa. Empat poin itu yang menjadi isi utama dari Permenhub ini,” tegas Dirjen Budi.(helmi)

loading...