Angkasa Pura 2

Awas, Besok 1.000 Driver Online Akan Geruduk Pengadilan Negeri Surabaya

Aksi Polisi KoridorSelasa, 19 Maret 2019
IMG-20190319-WA0040

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Sekitar 1.000 orang driver ojek online (ojol) se-Surabaya, Jawa Timur akan geruduk Pengadilan Negeri Surabaya di kawasan Jalan Arjuno, Rabu (20/3/2019) pagi.

Aksi solidaritas para diver ojol ini juga akan didukung diikuti oleh pengemudi taksi online. “Mereka berasal dari perhimpunan, paguyuban dan komunitas driver online yang ada di Surabaya,” kata Daniel Lukas Rorong Humas PDOI Jatim melalui siaran pers yang diterima BeritaTrans.com, Selasa (19/3/2019).

Menurut Daniel, Humas PDOI Jawa Timur, pihaknya bersama paguyuban atau lintas komunitas driver online bersinergi untuk mengawal kasus hukum yang dialami Ahmad Hilmi Hamdani, driver ojek online, yang menjadi terdakwa dan akan menghadapi vonis putusan hakim.

Sidangnya sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada pukul 10.00 WIB. “Kami berharap pada hakim agar memvonis bebas Ahmad Hilmi Hamdani dari segala tuntutan. Semoga masih ada keadilan hukum di negeri ini,” jelasa Daniel.

Segala perlengkapan untuk aksi solidaritas bertajuk “Keadilan Hukum untuk Achmad Hilmi Hamdani” sudah disiapkan. Mulai dari spanduk serta aneka poster berisikan tuntutan aksi.

Diantaranya, spanduk bertuliskan “Save Ahmad Hilmi Hamdani, Bebaskan Ahmad Hilmi Hamdani, Vonis Bebas untuk Hilmi=Harga Mati, Save Driver Online, Vonis Bebas untuk Rekan Kami, Achmad Hilmi,” dan aneka tulisan lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk ikut mengawal serta mengamankan aksi solidaritas ini dari segala kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Daniel, yang juga menjadi salah satu penggugat Permenhub 108 yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung ini.

Horati Pengguna Jalan Lain

Dikatakan, Daniel, PDOI Jatim sendiri sudah memberikan instruksi dan menyebarkan himbauan pada peserta aksi nantinya untuk tetap menghormati hak pengguna jalan warga Surabaya.

“Jangan menutup jalan di sekitar Pengadilan Negeri Sueabaya selama aksi berlangsung. Kita tunjukkan bahwa aksi kita elegan dan tidak merugikan pengguna jalan lainnya,” tegas Daniel.

Selain itu, ada himbauan juga yang sudah disebar yakni “No Sweeping, No Provokasi, No Anarkhis, No Ofik (Order Fiktif) dan No Blokade Jalan.

“Kami juga berharap agar nantinya jadwal sidangnya tetap berlangsung pukul 10.00 WIB dan tidak molor,” harap Daniel yang juga dikenal sebagai aktifis dan relawan kemanusiaan ini.(helmi)

loading...