Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Sosialisasi Buku Pelaut Online dan Port Waste Management System di Makassar

DermagaSelasa, 19 Maret 2019
IMG-20190319-WA0019

MAKASSAR (beritatrans.com) – Memasuki era revolusi 4.0 dalam industri pelabuhan dan pelayaran di Indonesia telah mendorong Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk melakukan langkah-langkah konkrit dalam sistem pelayanan.

Salah satunya yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar yang menggelar Sosialisasi Buku Pelaut Online V.02 dan Integrasi Port Waste Management System ke dalam Inaportnet pada hari ini (19/3).

IMG-20190319-WA0021

Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan dari instansi Pemerintah & BUMN, sekolah pelayaran, perusahaan pelayaran nasional serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut di wilayah Makassar.

Menurut Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Capt. M. Syaiful, buku pelaut online V.02 dan integrasi Port Waste Management System ke dalam inaportnet harus dipahami dengan baik pengimplementasiannya oleh pengguna jasa, dalam hal ini masyarakat maritim khususnya di Makassar.

“Buku Pelaut online V.02 ini merupakan pelayanan sistem kepelautan yang didesain lebih mudah, baik bagi operator maupun user,” jelas Syaiful.

Lebih lanjut Syaiful menyebutkan, contoh lainnya yaitu Inaportnet, yang secara berkelanjutan meningkatkan sistem pelayanan agar dapat terintegrasi dengan sistem lain, misalnya untuk mendukung Program Greenport Pemerintah Indonesia melalui integrasi Port Waste Management System ke dalam Inaportnet.

IMG-20190319-WA0020

Kegiatan ini merupakan implementasi pemanfaatan IT secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada pemangku kepentingan terkait atau pengguna jasa dalam mendukung program pemerintah mewujudkan National Single Window dan Green Port.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pengguna jasa dalam menggunakan aplikasi dengan kondisi yang aktual di atas kapal dan akuntabel dalam hal validitas data yang diberikan”, tukas Syaiful.

Syaiful beranggapan bahwa kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi para stakeholder, mengingat Manajemen Kepelabuhanan dan Kepelautan ke depannya akan teraplikasi melalui pemanfaatan IT.

Kegiatan ini pun, imbuh Syaiful, juga disambut baik oleh para peserta yang berasal dari perusahaan pelayaran maupun stakeholder.

“Menurut mereka, selain dapat dijadikan wadah komunikasi dan silturahmi, kegiatan sosialisasi ke pengguna jasa ini sangatlah penting demi terciptanya kelancaran penggunaan aplikasi oleh seluruh pengguna jasa,” tutup Syaiful.(aliy)

loading...