Angkasa Pura 2

PM No.12/2019 Langsung Berlaku dan Ini Atribut Yang Harus Dikenakan Para Driver Ojol

KoridorSelasa, 19 Maret 2019
IMG-20190319-WA0038

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan Pemerintah sudah menertbikan Peraturan Menhub (PM) No.12/2019 tentang tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat atau Ojok Online/ Ojol sudah diteken.

“PM No.12/2019 ini tidak memiliki masa transisi dan langsung berlaku. Tak ada (transisi), langsung berlaku,” ujar Dirjen HUbdat Budi Setiyadi dalam konferensi pers di kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Dirjen Budi juga menambahkan, pasceterbitinya PM Ojol saat ini yang mendesak untuk segera diselesaikan Kemenhub adalah masalah tarif ojek online di Indonesia.

“Targetnya minggu ini aturan tersebut dirampungkan dan akan segera disosialisasikan. Bahkan, sore ini kita akan menghapa Menhub Budi Karya untuk membahas soal tarif Ojol ini,” papar Dirjen Budi.

“Nanti mudah-mudahan bisa menyelesaikan (aturan tarif) minggu ini, jadi sekaligus dua-duanya disosialisasikan, tarif dan peraturan menteri, tetapi tarif mau di bahas dulu,” ujar Budi Setiyadi.

Sementara, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub Ahmad Yani, ATD, MT menambahkan, dalam aturan ini ada empat hal yang akan diatur. Ini merupakan wujud kehadiran negara di mata rayat sampai di tingkat paling bawah.

“Mereka (aturan) itu adalah mengenai keselamatan, kemitraan, suspensi mitra driver dan biaya jasa atau tarif ojek online,” papar Ahmad Yani lagi.

Atribut Driver Ojol

Kemenhub memenuhi janjinya dan menerbitkan aturan terkait ojek online. Permenhub No.12/2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat (Ojol).

Salah satu yang menarik dalam aturan yang diundangkan tanggal 11 Maret 2019, menurut Dirjen Budi, adalah mengatur atribut yang wajib digunakan pengemudi atau driver ojol.

“(Atribut) itu yakni, memakai jaket dengan bahan yang dapat memantulkan cahaya disertai dengan identitas pengemudi,” papar Dirjen Budi.

Selain ini, tambah Dirjen Budi, driver Ojol juga harus menggunakan celana panjang, mengenakan sepatu, menggunakan sarung tangan dan membawa jas hujan.

Selain itu, mereka juga harus memenuhi aspek keselamatan. “Pengemudi dan penumpang menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI),” tukas Dirjen Budi.

Selain itu, pengemudi ojol juga tidak boleh merokok saat mengemudikan motornya sesuai pasal 6 huruf C PM 12/2019.

“Larangan ini agar pengemudi konsentrasi membawa motor dan tidak Membahayakan penumpangnya serta pengguna jalan lainnya,” tegas Dirjen Budi.(helmi)

loading...