Angkasa Pura 2

Bahas Tol Trans Jawa Kaitannya dengan Angkutan Umum, Balitbanghub Gelar Diskusi

Koridor LitbangRabu, 20 Maret 2019
IMG_20190320_094221

IMG_20190320_101832

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Bahas peran jalan tol kaitannya dengan angkutan umum penumpang dan barang, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) gelar Focus Group Discussion (FGD) menghadirkan pembicara utama Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Infrastruktur jalan di Indonesia merupakan prasarana transportasi darat yang sangat dominan baik untuk angkutan penumpang, maupun untuk angkutan barang. Peranan jalan ini membawa implikasi bagi upaya pemerintah dalam mewujudkan penyelenggaraan infrastruktur jalan yang berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu Mega Proyek Jalan Tol yang saat ini sedang dikerjakan adalah proyek Jalan Tol Trans Jawa yang sudah hampir rampung.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antar Moda, Masrono Yugi Hartiman mewakili Kepala Balitbanghub menyampaikan, pembangunan Jalan Tol Trans Jawa akan melewati enpat provinsi dan memiliki 15 ruas tol.

“Jalan Tol ini akan menyatu dengan tujuh ruas tol yang telah beroperasi terlebih dahulu yaitu Jakarta – Anyer, Tol dalam Kota Jakarta, Jakarta Outer Ring Road, Jakarta – Cikampek, Cirebon – Kanci, Semarang Ring Road, dan Surabaya – Gempol,” jelas Yugi.

Pembangunan jalan tol merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam menyediakan infrastruktur jalan dengan kualitas yang lebih baik, serta memudahkan masyarakat di Indonesia untuk bisa melakukan mobilitas terkait kegiatan ekonomi maupun sosial dengan baik dan cepat.

Pembangunan jalan tol nantinya berfungsi sebagai alternatif pengurangan masalah transportasi, peningkatan pemerataan pembangunan, dan terjadinya multiplier effect pertumbuhan perekonomian, baik di tingkat pusat maupun pada daerah-daerah di Pulau Jawa.

“Jalan Tol Trans Jawa dibutuhkan guna meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa yang memiliki kontribusi lebih dari 50% bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Akses jalan tol diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing Indonesia,” paparnya.

Moderator diskusi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Fadrinsyah Anwar menghadirkan empat pembicara lainnya, Peneliti Badan Litbang Arbie dan Herawati Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (omy)

loading...