Angkasa Pura 2

Ke Jakarta, Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Sampaikan Duka untuk Keluarga Alumni STPI Lilik Abdul Hamid

FigurRabu, 20 Maret 2019
images

10921542-3x2-large
Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters bertemu Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (20/3/2019). (ABC News: Nurina Savitri)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan selama negara itu menghadapi Teror Christchurch. Pekan depan, akan digelar peringatan massal untuk korban tragedi itu.

Bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta hari Rabu (20/3/2019), Peters memuji dukungan Indonesia terhadap negaranya.

Ia juga menyampaikan duka Pemerintah Selandia Baru kepada korban teror Christchurch asal Indonesia.

“Kami di sini untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Pak Lilik [Lilik Abdul Hamid] dan dua korban luka serius lainnya yang masih dirawat di rumah sakit,” ujar Peters dalam konferensi pers bersama JK di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi Kerjasama Indo-Pasifik (HLD IPC).

“Kami juga menyampaikan penghargaan kepada Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada kami di masa sulit ini dengan penyerangan di dua masjid oleh bukan warga Selandia Baru, orang luar, pada 15 Maret siang hari,” ujarnya.

Ucapan duka sebelumnya disampaikan maskapai Air New Zealand atas kehilangan menyusul wafatnya Lilik Abdul Hamid.

Pernyataan duka disampaikan CEO Air New Zealand Christopher Luxon. “Liluk sudah menjadi bagian yang berharga dari tim teknik kami di Christchurch selama 16 tahun,” kata Luxon seperti dikutip aksi.id dari newshub.xco.nz, Ahad (17/3/2019)

2019-03-16-21.39.14-553x400 (1)

Sebelumnya BeritaTrans.com dan Aksi.id memberitakan Lilik Abdul Hamid merupakan alumni Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) dan pernah bekerja di dua maskapai nasional sebelum berkarier di Air New Zealand.

Ketua Ikatan Alumni STPI Salahudin Rafi mengemukakan almarhum merupakan lulusan RTPU (Pengatur Teknik Pesawat Udara) Course 26 STPI tahun 1983.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat, almarhum merupakan taruna dengan prestasi baik. Beliau lulus tahun 1983,” ungkap Rafi kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Sabtu (16/3/2019).

Dari akun Facebook Lilik Abdul Hamid tampak biodata lengkap. Pria ini pernah bekerja di maskapai penerbangan Mandala Airlines dan Airfast Indonesia.

Lulusan SD Negeri 12 Medan dan STM Dwiwarna Medan itu menampilkan foto-foto aktifitasnya saat bekerja dan berlibur bersama keluarga.

17 TAHUN DI SELANDIA BARU

Sementara itu, Deny, adik ipar Lilik, mengemukakan almarhum sudah sekitar 17 tahun menetap di Selandia Baru, yakni sejak tahun 2002.

Karena itulah ia dianggap sebagai WNI paling senior di Selandia Baru.

pihak-keluarga-lilik-abdul-hamid
Mertua Lilik Abdul Hamid, WNI yang tewas dalam serangan di Masjid Al Noor, Selandia Baru, saat ditemui TribunJakarta.com, Minggu (17/3/2019) – TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim

Lilik juga dikenal aktif dalam kegiatan apapun, termasuk ketika hari besar umat Muslim.

“Di kegiatan apapun, dia selalu jadi koordinator. Idul Fitri, Idul Adha. Istilahnya pentolan orang Indonesia di Selandia Baru,” kata Denny, adik ipar Lilik, saat ditemui TribunJakarta.com di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (17/3/2019).

“Dia juga suka membantu, dermawan. Ada yang nikah sama Selandia Baru dia yang bantu, ada mualaf juga dia bantu,” tambahnya.

Sementara itu, mertua Lilik, Tjiji, menjelaskan bahwa tempat tinggal menantunya memang dekat dengan Masjid Al Noor.

“Setiap hari memang solatnya di situ. Sekitar 200 sampai 300 meter dari rumahnya ke masjid,” terang Tjitji.

loading...