Angkasa Pura 2

Perlu Sistem dan Manajemen Terpadu Penanggulangan Pencemaran di Laut

DermagaKamis, 21 Maret 2019
IMG-20190321-WA0016

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ir. Ahmad, M.MTr., menilai perlu ada sebuah sistem yang terpadu untuk penanggulangan pencemaran minyak di laut yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Guna keselamatan pelayaran yang lebih optimal untuk menjaga agar tidak terjadi pencemaran baik minyak maupun bahan lain yang berbahaya di laut, sehingga perlu suatu sistem dan managemen terpadu,” kata Direktur KPLP dalam sambutan pembukaan Pembekalan Personil Penanggulangan Pencemaran Tingkat Administrator yang disampaikan Kaubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air, Een Nuraini Saidah di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

IMG-20190321-WA0019

Dalam pembekalan personel yang akan dilaksanakan hingga Sabtu (23/3/2019) tersebut Een Nuraini Saidah mengatakan bahwa  Kompetensi personel penanggulangan pencemaran sebagaimana diatur dalam pasal 7 PM.58 Tahun 2013 tentang penanggulangan pencemaran diperairan dan pelabuhan diperoleh melalui bebagai pelatihan.

“Mulai pelitihan Tingkat 1 untuk operator atau pelaksana, pelatihan Tingkat 2 untuk supervisor atau komando lapangan, dan pelatihan Tingkat 3 untuk manager atau administrator,” kata Een.

Menurutnya, untuk memenuhi ketersediaan dan meningkatkan keterampilan kopetensi personel penanggulangan pencemaran di pelabuhan, Ditjen Hubla melalui Dit. KPLP  menginisiasi pelaksanaan pembekalan personel penanggulangan pencemaran tingkat administrator.

IMG-20190321-WA0017

Adapun Materi pelatihan disampaikan para narasumber dari Direktorat KPLP, SKK Migas, Bagian Humas Ditjen Hubla dan Para Praktisi dibidang penangulangan pencemaran.

“Sehingga dapat meningkatkan kemampuan kopetensi kita semua sebagai regulator di sektor maritim serta memberikan manfaat bagi kita dalam menjalani tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan perlindungan maritim,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Een juga berpesan agar seluruh peserta pelatihan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berhadapan langsung denganTerminal Khusus (Tersus) atau Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) migas, offshore, dan pengelola minyak kelapa sawit berserta turunannya, untuk melakukan inventarisasi terhadap SOP, peralatan, dan personil, serta jadwal pelatihan terkait penanggulangan pencemaran minyak di laut, dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dengan para stakeholder terkait di masing-masing pelabuhan. (aliy)

loading...