Angkasa Pura 2

Benarkah Pendapatan Pengemudi Ojek Online Naik ?

KoridorSabtu, 23 Maret 2019
IMG_20190318_100825

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengamat transportasi dari Fakta Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan dan membantah pendapatan driver ojle online (ojol) naik seperti beredar luas di masyarakat saat ini. Para driver harus bejang dan kerja lebih dari 10 jam untuk bisa memperoleh penghasilan yang cukup.

“(Pendapatan) Naik apanya? Risetnya dimana? Pendapatan aplikator memang naik bertambah terus dan makin besar perusahaannya aplikator. Kalau pendapatan driver ojek online justru turun terus hingga rata dengan bumi,” kata Tigor di Jakarta, kemarin.

Dia menduga, “mungkin salah ketik hasil riset ini. Seharusnya pendapatan perusahaan aplikator yang pendapatannya naik terus karena risetnya dilakukan terhadap pendapatannya perusahaan aplikator. Tapi yang dikeringkan dalam hasil riset adalah pendapatannya driver ojek online.”

Aneh saja, menurut Tigor, sudah jelas tarifnya turun dan jumlah driver terus bertambah. Sementara, jumlah order tetap sama, kok bisa penghasilan driver bertambah? Kalo dilakukan riset 4 tahun.

“Ketika tarif masih Rp4.000/km bisa jadi memang naik dari penghasilan sebelum bekerja sebagai driver ojek online. Namun sekarang para aplikator menerapkan tarifnya ojek online serendah-rendahnya hingga tinggal Rp1,200/km,” papar Tigor.

Pertanyaannya sekarang, terang Tigor, apa dengan tarif yang jauh lebih murah saat ini pendapatan driver ojek online bertambah?

“Tolong, kalau riset pakai hati nurani jugalah,” tandas Tigor. Ini order risetnya dari siapa,” tanya Tigor diplomatis.(helmi)

loading...