Angkasa Pura 2

Yes, Pemprov Bengkulu Dukung Langkah Angkasa Pura II Kelola Bandara Fatmawati

BandaraMinggu, 24 Maret 2019
IMG-20190324-WA0016

IMG-20190324-WA0015

BENGKULU (BeritaTrans.com) – PT Angkasa Pura II bersyukur Pemerintah Pemprov Bengkulu dukung penuh langkah mereka mengembangkan dan mengoperasikan penuh Bandara Fatmawati, Bengkulu.

Hal itu terungkap kala President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddi. beserta manajemen melakukan lawatan kerja ke Pemprov Bengkulu yang disambut Gubernur Rohidin Mersyah di Balai Samara Bengkulu, Minggu (24/3/2019)

“Ini bentuk upaya koordinasi antara Angkasa Pura II dengan Pempriv Bengkulu guna mendukung percepatan serah terima pengoperasian Bandara Fatmawati Soekarno – Bengkulu ini kepada PT Angkasa Pura II (Persero).

Kunjungan ini juga dinilai sebagai upaya intensif antarstakeholder Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu (IATA Code : BKS) untuk percepatan serah terima pengoperasian Bandara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Gubernur yang telah menerima kunjungan kerja kami ini dan mendukung dalam percepatan proses serah terima pengoperasian Bandara Fatmawati Soekarno yang sebelumnya dioperasikan oleh UPBU dapat segera beralih ke PT Angkasa Pura II (Persero), Sinergi seluruh stakeholder sangat diperlukan untuk percepatan pengelolaan ini,” urai Awaluddin .

Melihat laju pergerakkan penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno yang mencapai 1.068.450 penumpang di tahun 2018 telah melebihi kapasitas terminal eksistingnya yang hanya 500 ribu penumpang per tahun, dan pergerakan pesawat yang mencapai 9.751 pesawat per tahun serta pergerakan kargo yang lumayan sebanyak 4.132 ton menunjukkan prospek baik dari Bandara Fatmawati kedepannya.

Pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno dipercaya akan menunjang aksesibilitas dan konektivitas Provinsi Bengkulu. Secara bertahap Angkasa Pura II akan melakukan pengembangan fasilitas pokok mulai dari pengembangan fasilitas terminal dan fasilitas sisi udara yang akan dimulai tahun 2019. Angkasa Pura II akan menyediakan Capex dengan total 434 milyar.

“Untuk menunjang performa layanan sisi udara Bandara Fatmawati Soekarno akan dikembangkan dengan memperpanjang Landas Pacu Pesawat yang semula 2.250 x 45 M menjadi 2.500 x 45 M serta akan juga dilakukan perluasan apron untuk memaksimalkan kapasitas pesawat di Apron,” katanya.

Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN menugaskan Angkasa Pura II untuk mengoperasikan Bandara Fatmawati Soekarno dengan Pola Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara. Pola ini berlaku dengan jangka waktu 30 tahun.

“Bengkulu yang berada di kawasan barat di pinggir pesisir Samudera Hindia ini merupakan daerah yang strategis, sehingga pengembangan dan peningkatan bandara menjadi sangat penting. Percepatan pengoperasian bandara secara otomatis akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional sekaligus akan berdampak dalam pengendalian inflasi,” ujar Rohidin.

Dia menilai Bandara harus segera dikembangkan dan dirinya percaya dibawah pengoperasian PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Fatmawati Soekarno akan berkembang dengan baik, sehingga bandara dapat memberikan kontribusi yang besar pada perkembangan perekonomian Bengkulu.

Selain itu Rohidin berharap bandara Fatmawati yang akan dikelola oleh Angkasa Pura II dapat mewujudkan keinginan Presiden Jokowi atas aspirasi masyarakat Bengkulu untuk adanya penambahan rute domestik dan dapat juga melayani rute international.

Kepala Bandara Fatmawati Soekarno Anies Wardhana merespon baik kerja sama ini dan mendukung penuh.

“kami juga akan melakukan upaya-upaya percepatan agar Bandara Fatmawati Soekarno dapat segera dikelola oleh PT Angkasa Pura II (Persero),” ucap dia. (omy)