Angkasa Pura 2

China Pesan 300 Airbus A320 dan A350 Senilai Rp481 Triliun

KokpitSelasa, 26 Maret 2019
images (14)

BEIJING (BeritaTrans.com) – Airbus berhasil mendapatkan pesanan baru bernilai puluhan juta dolar dari China. ‘Deal’ tersebut bertepatan dengan kedatangan Presiden China Xi Jin Ping ke Prancis, markas besar Airbus.

Kesepakatan tersebut diteken oleh Airbus dan China Aviation Supplies Holding Company. Dalam kesepakatan tersebut, pemesanan pesawat jenis A320 berjumlah 290 dan 10 pesawat A350 berbadan lebar.

Reuters pada Selasa (26/3/2019) menulis pemerintah Prancis menyatakan kesepakatan tersebut bernilai 30 miliar euro (Rp481,2 triliun).

Deal ini tak disangka dan ternyata lebih besar dari perkiraan. China pernah meneken pembelian pesawat dengan Boeing pada 2017 ketika Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.

Pembelian China itu juga terjadi karena Boeing 737 Max masih belum pasti, menghilangkan harapan Boeing dapat menghangatkan hubungan dagang AS-China yang masih memanas. Tidak ada bukti langsung antara kesepakatan Airbus dengan ketegangan China-AS atau masalah Boeing 737 Max. Tapi, biasanya China menggunakan pembelian pesawat sebagai sinyal diplomatik.

“Konklusi kontrak besar (penerbangan) ini langkah maju yang penting dan sinyal yang sangat baik dalam konteks sekarang ini,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataan gabungannya dengan Xi Jinping.

President of Airbus’s Commercial Aircraft Business Guillaume Faury tidak menjawab dengan tegas pertanyaan apakah kesepakatan ini dorong atas peristiwa Boeing 737 Max 8. “Ini kerja sama jangka panjang dengan rekan kami Cina yang berkembang seiring waktu, ini tanda kuatnya kepercayaan Cina,” katanya.

Airbus sudah lama mengincar China dan kesepakatan itu membuat mereka mengungguli Boeing. Tapi apakah Airbus atau Boeing terlibat dalam kesepakatan diplomatik para pakar mengatakan kesepakatan diplomatik sering kali campuran antara permintaan baru, permintaan lama yang diulang kembali dan kredit terhadap kesepakatan di masa depan, artinya dampak transaksi terhadap kesepakatan diplomatik tidak selalu jelas.

eef3453e-54d9-477e-bb49-6d6062b79f5c_169
Airbus A330-800 (REUTERS/Regis Duvignau)

China membeli 300 unit dari pabrikan pesawat AS itu. Pada 2018, China tidak melakukan pembelian pesawat ke Boeing lantaran tengah berada dalam perang dagang dengan AS.

Faktor itu juga ditambah dengan problem yang menimpa pesawat 737 Max. Pesawat terbaru Boeing itu kini harus ‘grounded’ seiring terjadinya dua kecelakaan yang menimpa 737 Max 8.

Meski tak ada bukti langsung mengenai keterkaitan antara kesepakatan pembelian armada pesawat Airbus dengan ketegangan hubungan AS dan China, atau masalah di Boeing, para pengamat menyebut bahwa Beijing memiliki sejarah mengirimkan sinyal diplomatik melalui kesepakatan pembelian pesawat.

loading...