Angkasa Pura 2

Tarif Ojol “Baru” Dibagi Per Zona Dan Untungkan Semua Pihak

KoridorSelasa, 26 Maret 2019
Gojek_edit-553x372

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Hubdat, Senin (25/3/2019) telah meresmikan tarif atau biaya jasa ojol dengan menerapkan tarif batas atas dan batas bawah serta berdasarkan zonasi dan penerapan tarifnya masing-masing. Tarif baru nanti akan berlaku efektif mulai 1 Mei 2019 mendatang.

“Tarif bru ojol bagi penumpang Ojek Online (Ojol) nanti akan berlak mulai 1 Mei 2019. Mereka akan membayar tarif jasa ojol yang dibagi dalam tiga zona,” kata pengamat transportasi dari Fata Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Sebelumnya, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi ingin agar bisnis jasa ojol tetap eksis dan bisa memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat. “Drebr dan aplikato tetap bertaha, driver mendapatkan untung dari pekerjaanya. Dan, konsumen tetap mampu membayar tarif yang ada,” kata dia.

Dikatakan, Pemerintah komitmn agar dua aplikator besar, yaotu Go-jek dan Grab Indonesia tetap bertahan dan bisa melanjutan usahanya. Oleh karenanya, lahirnya reglasi/ PM No.12.2019 untuk menjamin semua bisa berkembang dengan baik dan benar.

“Jadi ada persaingan yang sehat, bukan monopoli sehingga bisa berbuat seenaknya termasuk penetapan tarif ojol. Untuk itu, Pemerintah melunurkan PM No.12/2009 tentan Ojol ini,” papar Ditjen Budi.

Besaran Tarif Berdasarkan Zonasi

Menurutnya, Zona I, biaya jasa minimal berkisar antara Rp7 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawahnya sebesar Rp1.850 dan biaya jasa batas atas Rp2.300.

“Zona II, biaya jasa minimal sebesar Rp8 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2000 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.500,” jelas Tigor.

Dan. Zona III, biaya jasa minimal adalah Rp7 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.100 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.600.

Dikatakan Tigor, bagi driver dan penumpang ojol di wilayah Jabodetabek masuk dalam zona dua sebesar antara Rp2.000 – Rp 2500 per Km dengan tarif biaya jasa minimal sejauh 4 Km pertama Rp 8.000-Rp10.000.

Besaran tarif baru ojek online yang ditetapkan oleh Pemerintah/ Kemenhub ini sudah naik dari tarif yang diberlakukan oleh aplikator saat ini. “Tarif saat ini dipatok oleh aplikator seharga Rp1,100 per km yang dibayar penumpang ojek online,” papar Tigor.

Tarif Murah Rugikan Penumpang

Namun begitu, menurut Tigor, tarif ojol yang murah itu bukan berarti menguntungkan penumpang, justru sebaliknya akan merugikan dan membahayakan penumpang.

Tarif yang murah, terang Tigor, justru membuat para driver tidak bisa membiayai perawatan kendaraan dan membayar cicilan kendaraannya. “Jadi pernyataan para aplikator tarif murah yang diminta dan disetujui penumpang karena menguntungkan.”

“Jelas ini pernyataan yang keliru. Pihak aplikator hanya mau menang dan untung sendiri karena tarif murah tetap menguntungkan mereka,” tegas Tigor.(helmi)

loading...