Angkasa Pura 2

Tetapkan Tarif MRT Sepihak, FAKTA akan Gugat Gubernur Jakarta Anies Baswedan

Emplasemen KoridorRabu, 27 Maret 2019
IMG_20190205_154048

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pada hari Senin 25 Maret 2019, dalam Rapimgab bersama antara Gubernur DKI Jakarta anies Baswedan, DPRD dan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) telah sepakat menetapkan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sebesar Rp8.500.

Tetapi, kemudian pada hari Selasa 26 Maret 2019 Gubenur Jakarta Anis Baswedan menetapkan secara sepihak tarif baru MRT sebesar Rp14.000.

“Tindakan Anis Baswedan menetapkan sepihak tarif baru di luar kesepatan dalam Rapimda itu telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH),” kata pengamat transportsi dari Fakta Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Rabu (27/3/2019) malam.

Akibat perbuatannya sepihak itu, menurut Tigor, Anis Baswedan mematok tarif Rp14.000 akan mempersulit rakyat kecil mengakses MRT.

Atas dasar pertimbangan dan kepentingan hukum tersebut di atas, jeas Tigor, kami, Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) meminta Gubernur Anis Baswedan membatalkan tarif sepihak sebelum 1 April 2019.

Selajutnya mengembalikan tarif MRT kepada tarif Rp8.500 seperti ketetapan dalam Rapimgab di Jakarta, sebelumnya.

“Jika Gubernur Anis Baswedan tidak mengembalikan tarif MRT sebesar Rp8.500 sesuai tarif kesepakatan Rapimgab 25 Maret 2019, maka Fakta akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tandas Tigor.(helmi)

loading...