Angkasa Pura 2

Kemenpar Ajak Stakeholder Bondowoso Samakan Persepsi untuk Pariwisata

DestinasiKamis, 28 Maret 2019

IMG-20190328-WA0021
Bondowoso (BeritaTrans.com) – Kementerian Pariwisata mengajak seluruh stakeholder di Bondowoso, Jawa Timur, untuk peduli terhadap pariwisata.
Ajakan itu disampaikan saat pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Produk Ekowisata Kabupaten Bondowoso. Event ini dilangsungkan di Palm Hotel Bondowoso, Kamis (28/3). FGD akan berlangsung hingga Jumat (29/3).
FGD dihadiri stakeholder lain seperti dari GIPI Jawa Timur, BBKSDA Jatim, PTPN XII, LP2M  Universitas Jember, DPD PHRI Bondowoso, DPD Asita Jawa Timur, DPD HPI Jawa Timur, dan SKPD Kab. Bondowoso, Asosiasi Wisata Agro Indonesia DPD Jatim, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sukerejo Makmur.
Menurut Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ekowisata Kementerian Pariwisata David Makes,  Bondowoso memiliki banyak potensi yang tidak tergali dengan maksimal.
“Kalau bicara potensi, Bondowoso tidak kalah dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. Tapi, kurang tergali. Sedangkan kondisi ini bisa dimanfaatkan dengan sangat baik oleh daerah tetangga. Salah satunya adalah Banyuwangi. Potensi sama, tapi Banyuwangi bisa memaksimalkan potensi wisatanya dengan sangat baik. Dan pariwisata mereka sangat melesat,” kata David Makes.
Dijelaskannya, Bondowoso juga menjadi bagian dari sejumlah destinasi papan atas Indonesia. Seperti kawasan Gunung Ijen, juga menjadi bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional Bromo Tengger Semeru. “Itu kawasan yang sudah sangat nyata. Tapi Bondowoso memiliki lebih banyak dari itu dan ini harus diangkat,” tegasnya.
Ditegaskannya, berdasarkan data UNWTO, keunggulan pariwisata Indonesia adalah wisata alam alias ekowisata.
“Wisatawan mancanegara suka dengan destinasi alam. Jumlah wisatawan yang beredar di dunia sangat banyak. Mencapai miliaran. Dan sebagian besar mereka menikmati wisata alam. Jika kemudian wisatawan mancanegara ini datang ke Indonesia, Dimanakah posisi Bondowoso untuk menyerap potensi pasar tersebut?” tanya David Makes.
Dijelaskannya, seluruh stakeholder pariwisata di Bondowoso harus bergerak. Begitu juga dengan generasi mudanya. Sebab, era pariwisata juga berubah ke era digital. Dijelaskan David, generasi muda Bondowoso juga harus bersama-sama  mengangkat berbagai  destinasi wisata di Bondowoso.
“Kita dari Kementerian Pariwisata melakukan ini untuk mengembangkan potensi wisata Bondowoso. Jadi kita  berharap dukungan dari seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengangkat potensi wisata Bondowoso,” katanya.
Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata Alexander Reyaan menambahkan, sejumlah daerah sudah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.
“Banyak daerah sudah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Kita berharap Bondowoso juga melakukan itu. Karena manfaatnya sangat terasa dan bisa dinikmati langsung oleh masyarakat. Dan kita berharap pariwisata Bondowoso bisa seperti daerah lain di Jawa Timur yang sudah lebih dahulu maju,” katanya.
Hal serupa disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dijelaskannya, FGD dilakukan sebagai bukti keseriusan Kemenpar mengembangkan ekowisata.
“Ekowisata Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Dan Kemenpar sangat serius mengembangkan sektor ini. Karena kita yakin daerah-daerah di Indonesia memiliki keunggulan dan ciri khas ekowisata masing-masing. Termasuk Bondowoso. Mudah-mudahan FGD ini menjadi awal dari bangkitnya ekowisata Bondowoso,” harapnya.(Della)