Angkasa Pura 2

Buka Rakernas dan Seminar IKAALL 2019, Dr. Haris Muhammadun Seluruh Anggota Berkontribusi Bangun Transportasi Umum

Koridor SDMJumat, 29 Maret 2019
IMG-20190329-WA0011

IMG-20190329-WA0012

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Ketua DPP Ikatan Alumni Ahli Lalu Lintas (IKAALL)-STTD Dr. Haris Muhammadun, ATD, MT  mengajak seluruh komponen dan anggotanya di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan kontribusinya pada pembangunan transportasi di Tanah Air.

“Negeri ini butuh kepedulian dan kontribusi kita sebagai bagian ahli transportasi darat di Tanah Air. Transportasi khususnya di perkotaan menghadapi masalah khususnya kemacetan yang kian parah,” kata Haris dalam Pembukaan Rakernas dan Seminar IKAALL 2019 di Bandung, Jumat (29/3/2019).

Oleh karena itu, lanjut dia, jadikan Rakernas dan Seminar IKAALL ini sebagai media untuk menyumbangkan ide dan gagasan guna membangun dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara khususnya di sektor transportasi.

Sesuai tema yang diangkat, “Transportasi Angkutan Umum Massal Kawasan Anglomerasi Bandung Raya”, menurut Haris, merupakan masalah yang cukup seksi dan menantang, khususnya para anggota IKAALL.

IMG-20190329-WA0013

Angkutan Umum dan RUTR Jawa Barat

Sementara, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diwakili Kadishub Jawa Barat Hery  mengatakan, sesuai Perda No.22/2010 tentang RUTR Jawa Barat, pembangunan transportasi perkotaan di kawasan Bandung Raya diarahkan untuk membangun angkutan umum massal baik berbasis rel dan, atau jalan (BRT).

“Transportasi massal di Kota Bandung harus menjadi sarana transportasi yang menghubungkan pusat produksi, distribusi barang dan jasa sekaligus alat transportasi bagi warga Kota Bandung dan sekitarnya,” kata Ridwan Kamil dalam sambutan tertulis itu.

Selain itu, menurut Ridwan Kamil pembangunan transportasi massal di Bandung Raya masih menghadapi berbagai masalah, mulai masalah dana, penyedian lahan, serta integrasi antarmoda transportasi yang ada.

Selain itu, tambah Gubernur Jabar, ada pula masalah teknis seperti perlintasan sebidang antara KA dan jalan raya. Dan selanjutnya yang tak kalah penting adalah budaya masyarakat yang masih harus dibangun dan disempurnakan di masa mendatang.(helmi)

loading...