Angkasa Pura 2

Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung Harus Dibarengi Penyiapan SDM Unggul Serta Budaya Masyarakat Bertransportasi

Emplasemen Koridor SDMJumat, 29 Maret 2019
IMG-20190329-WA0083

IMG-20190329-WA0082

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono meminta, pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung (KCIC) dan lainnya di Tanah Air mampu menyiapkan SDM unggul khususnya para operator dan teknisinya. Selain itu juga harus dibarengi dengan membangun budaya masyarakat, bagaimana bertransportasi yang baik dan selamat.

“Banyak fitur-fitur KA Cepat yang sama bahkan lebih rumah dibandingkan dengan pesawat terbang. Jadi, perlu diantisipasi dengan menyiapkan SDM terknisi andal, paling tidak sama dengan pesawat terbang,” kata Soerjanto dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com di Bandung, Jumat (29/3/2019).

Sebelumnya, Soerjanto tampil sebagai pembicara utama pada Rakernas dan Seminar IKAALL 2019 di Bandung. Dia menyampaikan banyak isu strategis, terutama terkait keselamatan angkutan umum yang telah, sedang dan akan dibangun termasuk di Kota Bandung.

KA Cepat Jakarta-Bandung yang tengah dibangun KCIC harus diantisipasi denga baik dan benar. “Selain persyaratan teknis, proyek itu harus juga menyiapkan SDM unggul serta mampu membangun budaya masyarakat dalam bertransportasi di Tanah Air, khususnya di koridor Jakarta-Bandung,” kata dia.

SDM operasor KA Cepat Jakarta-Bandung termasuk para teknisi andal yang harus dpersiapkan sejak dini. Pada saatnya beroperasi nanti, tak menimbulkan masalah.

“Teknologi KA cepat dan fitur-fitur di dalamnya semua berteknologi tinggi. Implikasinya, dibutuhkan SDM profesional untuk mengelola dan mengoperasikannya,” sebut Soerjanto.

Ingat, pesan Soerjanto, transportasi umum yang akan dioperasikan di Indonesia harus dipastikan semua aman, nyaman dan selamat digunakan masyarakat. “Ini menjadi tugas Pemerintah/ regulator, operator dan juga masyarakat sebagai pengguna KA Cepat nanti,” terang Soerjanto.

Menyiapkan SDM dan membangun budaya masyarakat yang ramah dan berkeselamatan pada produk teknologi canggih seperti KA Cepat itu tidak mudah dan butuh proses. “Oleh karenanya, KNKT memberikan peringatan masalah ini sedini mungkin,” urai Soerjanto.

Sambil berjalan, tambah dia, proyek KA Cepat di lapangan terus berjalan, edukasi untuk menyiapkan SDM dan membangun budaya masyarakat juga harus dilakukan. “Semua penting dan keselamatan transportasi menjadi tugas kita bersama,” tegas Soerjanto.(helmi)