Angkasa Pura 2

Gunanakan Lampu Utama Kendaraan Terlalu Tinggi dan Menyilaukan Ganggu Pengguna Jalan Lain

Koridor OtomotifMinggu, 31 Maret 2019
FB_IMG_1553999806467

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menggunakan lampu utama kendaraan (di depan) dengan cahaya yang begitu tinggi dan sama sekali tidak mencerminkan etika dan empati sebagai pengguna jalan. Lamu tersebut bisa mengganggu dan menyilauka pengguna jalan lain dari jalur sebaliknya.

“Sesuai dalam PP No.55 Tahun 2012 yang mengacu pada Undang-undang nomor 22 tahun 2009 pasal 48 ayat 3 tentang sistem lampu dan alat pemantul cahaya, disebutkan warna lampu yang diperbolehkan,” sebut @ditjen hubdat dan @terminal meulaoh.

Adapun Ketentuan mengenai lampu kendaraan secara rinci meliputi:

1. Lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda.
2. Lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda.
3. Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua, dengan sinar kelap-kelip.

4. Lampu rem berwarna merah.
5. Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda.
6. Lampu posisi belakang berwarna merah.
7. Lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda, kecuali untuk kepeda motor.

8. Lampu penerangan tanda nomor kendaraan bermotor di bagian belakang berwarna putih.
9. Lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua, dengan sinar kelap-kelip.

10. Lampu tanda batas dimensi kendaraan bermotor, berwarna putih atau kuning muda, untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 mm untuk bagian depan, dan berwarna merah untuk bagian belakang.

11. Alat pemantul cahaya berwarna merah, yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang kendaraan Bermotor.(helmi)

loading...