Angkasa Pura 2

Pemprov DKI Jakarta Berencana Bangun Semacam Skybridge di Stasiun Asean ke Halte Transjakarta CSW

Emplasemen KoridorSelasa, 2 April 2019
FB_IMG_1554192306032

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemprov DKI Jakarta ke depan berencana membangun semacam penghubung atau Skybridge di Stasiun Asean untuk memudahkan warga berpindah ke halte Transjakarta CSW saat beraktivitas dan sebaliknya. Saat ini sedang proses disayembarakan rancangannya.

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta anies Baswedan usai menggunakan MRT Jakarta untuk berangkat ke Balaikota Jakarta, di Jln Merdeka Selatan.

Dikatakannya, tadi saya berhenti di stasiun ASEAN, di sana ada persimpangan antara Transjakarta dengan MRT. “Saya selalu menggarisbawahi soal integrasi, dan persimpangan itu adalah contoh sempurna perencanaan tanpa integrasi.”

Ke depan diupayakan, bagaimana MRT Jakarta lewat di atasnya, kemudian ada Transjakarta dibangun relatif bersamaan. Tetapi tidak ada sedikit pun sambungan antar keduanya.

“Integrasi yang menjadi kata kunci keberhasilan membangun transportsi masalah yang baik dan terintegrasi di Jakarta,” sebut @pemprov dki dan @anies baswedan di Jakarta.

FB_IMG_1554192294479

Syarat Terintegrasi Moda Transportasi

Ke depan, semua perencanaan transportasi di Jakarta harus bisa memenuhi persyaratan terintegrasi. Contohnya di Halte Bundaran HI yang sekarang sudah terintegrasi, antara Transjakarta dengan MRT. Seperti itulah JakLingko yang mau kita bangun.

Tahap awal resmi beroperasi secara komersial ini, baru ada 8 rangkaian Kereta Ratangga yang beroperasi, dari total 16 rangkaian. Karena itu selama satu bulan awal ini, tarif komersial MRT Jakarta akan dipotong 50 persen.

“Nantinya ketika sudah beroperasi dengan kapasitas penuh, 16 Ratangga rangkaiannya, maka akan bisa setiap 5 menit berangkat. Kalau sekarang masih setiap 10 menit jadwalnya,” jelas Gubernur anies.(helmi)