Angkasa Pura 2

Trans Jateng Dilaksanakan Operator Eksisting, Tak Menggusur Tetapi Menggeser

Koridor SDMSelasa, 2 April 2019
Djoko-  Orchard

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Untuk sistem scraping (bus tua) dalam sistem Trans Jateng di wilayah Jawa Tengah yang sudah dilakukan adalah untuk koridor Stasiun Tawang (Kota Semarang) – Terminal Bawen (Kab. Semarang). Jumlah armada yang telah discaping 61 unit kendaraan.

“Koridor ini mengoperasikan 25 unit bus sedang. Dan, koridor ini mulai beroperasi Juli 2017,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, untuk koridor Purwokerto – Purbalingga mengoperasikan 14 bus sedang. Jumlah kendaraan yang telah discraping 55 unit kendaraan. Mulai beroperasi 13 Agustus 2018.

Terkait SDM ada pembagian wewenang. Balai Trans Jateng Dishub. Jateng merekrut pramujasa, administrasi, pemgawas angkutan, staf timer, dan pengawas kebersihan.

Sedangkan operator bus, jelas Djoko, melakukan perekrutan pengemudi dari pengemudi yang terkena scaping menjadi pengemudi, kru, administrasi, dan pegawai bengkel.

“Saat ini, pegawai non aparatur sipil negara (ASN) untuk koridor Stasiun Tawang – Bawen sebanyak 111 orang. Koridor Purwokerto-Purbalingga sebanyak 71 orang,” papar Djoko.

Kapasitas bus lebih kurang 33 psnumpang (20 duduk dan 13 berdiri). Bus nyaman dengan pendingin udara dan sistem penerangan).

Selain itu, juga ramah lingkungan (kebisingan dan emisi). Bus dibuat menarik secara visual (eksterior maupun interior). Disediakan ruang untuk sahabat disabilitas,” kilah Djoko.

Sistem ticketing menggunakan ticket smart card. Pembelian tiket sistem pra bayar off board (sebelum memasuki bus) memungkinkan penumpang naik dan turun dengan cepat.

“Dengan sistem ticketing memungkinkan penumpang dapat berpindah koridor tanpa tambahan ticket dengan ketentuan penumpang tidak keluar dari halte,” tegas Djoko.(helmi)

loading...