Angkasa Pura 2

Jenazah Nelayan Kumai Korban Perahu Tenggelam Berhasil Ditemukan

DermagaRabu, 3 April 2019
IMG-20190402-WA0016

IMG-20190402-WA0015
KUMAI (beritatrans.com) – Tim SAR Terpadu berhasil menemukan jenazah Mahlan bin Arifin (67), nelayan dari Desa Kubu RT06/02, Kumai, Kota Waringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), berhasil ditemukan pada Selasa, 2 April 2019 sekitar pukuk 08.00 waktu setempat. Mahlan bin Arifin adalah korban kecelakaan perahu kelotok yang tenggelam di perairan Tanjung Rema, Kumai pada Minggu, 31 Maret 2019 sekitar pukul 14.39 waktu setempat.

“Alhamdulillah Tim SAR Terpadu berhasil menemukan korban Mahlan bin Arifin setelah dilakukan pencarian secara intensif dan terkoordinir selama kurang dari 2 hari,” kata Kepala KSOP Kumai Capt. Wahyu Prihantono, Rabu (3/4).

Adapun Tim SAR terpadu terdiri dari Tim SAR KSOP Kumai, Polair Polda Kobar, Polair Polres Kumai, Polsek dan KP3 Kumai, Basarnas, BPBD Kobar, dan masyarakat nelayan setempat.

Capt. Wahyu menjelaskan, pada hari Minggu, 31 Maret 2019, pihaknya menerima laporan penemuan perahu nelayan/kelotok yang dalam posisi tenggelam. Perahu tersebut diduga milik Mahlan bin Arifin, nelayan yang berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan yang tinggal di Desa Kubu, Kumai.

Saat posisi perahu tenggelam tersebut ditemukan, Mahlan sudah tidak ada dan diduga tenggelam. Sehingga KSOP Kumai setelah melapor ke pusat dan berkoordinasi denga potensi SAR di Kumai, langsung melakukan pencarian korban.

“Pada hari Minggu tersebut, pencarian SAR Nihil,” kata Capt. Wahyu.

Proses pencarian dilanjutkan pada keesokan harinya, Senin, 1 April 2019. Tetapi hasilnya juga masih nihil.

Baru kemudian pada hari Selasa, 2 April 2019, pada pukul 08.00 waktu setempat pencarian di Mulai Team SAR Terpadu menemukan jenazah jenis kelamin laki-laki dengan posisi telungkup dan sebagian kecil dari anggota tubuh telah dimakan binatang laut.

Team SAR Terpadu melakukkan koordinasi, menghubungi team medis untuk segera mengidentifikasi korban. Hasil identifikasi ternyata korban adalah memang Mahlan bin Arifin.

“Kemudian jenazah korban dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga yang menerimanya dengan ikhlas dan kemudian dikebumikan,” ujar Capt. Wahyu.

Pada kesempatan tersebut Capt. Wahyu menyampaikan terima kasih ada apresiasi setinggi-tingginya kepada semua potensi SAR yang telah bersinergi saling bahu membahu melakukan pencarian korban.

“Kami juga berpesan kepada masyarakat, terutama para nelayan untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan berlayar. Keselamatan pelayaran tidak bisa ditawar-tawar. Lebih baik jangan berangkat dari pada tidak sampai ke tujuan atau tidak kembali ke keluarga,” tutupnya. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari