Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Gandeng Korlantas Dan Swasta Untuk Optimalkan Perang Lawan ODOL

Aksi Polisi KoridorSabtu, 6 April 2019
IMG-20190406-WA0004

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Memberantas overload overdimensi (ODOL) di jalanan tak bisa dilakukans eorang diri. Ditjen Hubdat, Kemenhub menggandeng berbagai puhak, terutama Korlantas Polri bahkan swsta untuk memberantas ODOL. Banyak pihak terkeait serta berbagai kepentingan yang menyertai, sehingga ODOL masih ada samapi sekarang.

“Kerja sama yang baik perlu terus dilakukan antara pihak swasta dengan Pemerintah. Pemerintah memperbaiki dari sisi sumber daya manusia, baik dari segi kompetensi serta pengawasan kinerja. Selain itu dilakukan pula pengawasan prasarana, sistem, serta penegakan hukum,” kata Dirjen Hubdat, Kemenhub Budi Setiyadi pada Rapat Koordinasi Dengan Korlantas Polri Soal ODOL di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Dikatakan, pemeriksaan fisik kendaraan dilakukan 5 tahun sekali dibantu oleh pihak kepolisian. Namun nyatanya saat ini masih banyak karoseri yang tidak taat. “Apabila masih ada karoseri yang tidak sesuai dengan regulasi maka harus bersiap berhadapan dengan pengadilan,” jelas Dirjen Budi.

Kalau kendaraan tidak sesuai dengan STNK, menurut Drjen Budi, maka saat cek fisik tidak akan diloloskan dan tidak bisa diperpanjang. Maka dari itu, pelaku usaha baik karoseri, logistik, maupun operator jangan terbiasa dengan zona nyaman dan tidak taat regulasi.

“Pemerintah pun mulai membangun JT dengan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan skema baru yaitu _availability payment_ (AP),” papar Dirjen Budi menjabarkan lebih lanjut.

Ia pun menyatakan bahwa untuk menyelesaikan semuanya dibutuhkan komitmen dan kerja sama. “Saya memperbaiki sistem, pengawasan, perizinan kepada petugas. Sementara Dishub kabupaten/kota mempunyai kewenangan terkait uji berkala,” sebut Dirjen Budi.

“Untuk karoseri saatnya berhenti untuk melakukan ODOL karena membahayakan dan juga memberi dampak kerugian yang cukup besar. Tingginya bukan main sampai berapa meter panjangnya juga demikian, kasihan jalan kita. Maka kita semua harus bekerja sama untuk mengatasi ODOL ini,” tutup Dirjen Budi.(helmi)

loading...