Angkasa Pura 2

Cegah Laka Kebakaran, KNKT-Trans Jakarta Gelar Pelatihan Electric Load Analisys di Jakarta

Koridor Otomotif SDMSelasa, 9 April 2019
IMG-20190409-WA0058

IMG-20190409-WA0057

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Komite Nasional Keselamatan Transortasi (KNKT) bersama PT Transportsi Jakarta menggelar pelatihan mengenai Electrik Load Analitic (ELA). Acara ini digelar di Auditorium Trans Jakarta, Jl Mayjen Sutoyo No.1, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (9/4/2019).

Pelatihan yang diikuti puluhan peserta dari KNKT, Trans Jakarta, Operator Transportasi atau PO, serta perwakilan Dinas Perhubungan dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk perwakilan Perum DAMRI dan Perum PPD.

Sementara, hadir sebagai narasumber tunggal, Bambang Setiyoso, praktisi dan pakar bidang elekric yang sudah matang pengalaman. Alumni Teknik Elektro ITB Bandung itu, awalnya kerja di IPTN Bandung, atau PT DI sekarang. Kemudian di Bombarder, Astra sampai mukim puluhan tahun dan bekerja di Jepang.

Menurut Bambang, dalam sistem kelsitrikan khususnya di kendaraan bus atau truk di Indonesia perlu diperbaiki dan disempurnakan, khususnya dalam sistem kelistriannya.

Mulai jenis dan kapasitas kabel, jenis dan kekuatan kabel, cara memasang, menyambung serta tata letaknya harus ditata ulang dan disempurnakan lagi.

“Prinsipnya sistem kelistrikan di pesawat udara hampir sama dengan bus atau truk. Oleh karenanya, perlu dilakukan sertifikasi serta didukung SDM profesional di bidangnya,” papar dia.

“Dengan begitu, potensi kecelakaan khususnya kebakaran yang dipicu oleh sistem kelistrikan pada armada angkutan umum di Indonesia bisa ditekan,” tukas Bambang lagi.

Kalau untuk sistem kelistrikan di pesawat udara, sudah ada pnti-point baku dan semua harus dipenuhi. Semua parikan pesawat baik Bombarderi, Boeing, Airbus dan lainnya semua sama.

“Harus memenuhi aspek kelaikan dan keselamatan, tanpa toleransi,” aku alumni ITB tahun 1983 itu lagi.

“Sistem tersebut bisa diadopsi baik oleh APM, keroseri dan subkontraktor dibawahnya yang mengerjakan proyek kelistrikan yang menjadi rekanan karoseri di Tanah Air. Prinsipnya keamanan dan keselamatan nomor satu,” papar Bambang.

IMG-20190409-WA0059

Karoseri Harus Selektif

Sementara, investigator senior KNKT Ahmad Wildan kepada BeritaTrans.com mengatakan, dalam berbagai pertemuan khususnya dengan pelaku bidang karoseri pihak KNKT meminta mereka lebih ketat dan selektif memilih rekanan termasuk pekerjaan sistem kelistrikan ini.

“Saya sdah minta ke pihak karoseri, kini harus selektif memilik rekanan termasuk pekerjaan bisa kelistrikan. Harus tegas, karoseri rekanannya juga harus sesuai dengan standard yang ditetapkan misalnya di Laksana, New Armada, Trisaksi, dan lainnya,” tukas Wildan.

Dalam beberapa kasus kecelakaan kebakaran bus, seperti bus Trans Jakarta misalnya, dipicu oleh sistem kelistrikan yang tidak benar. Akibatnya, saat beroperasi dan temperatur panas mudah meleleh bahkan memicu percikan api.

“Ada instansi kabel dan pemasanganya yang tidak sesuai standard keselamatan. Akibatnya, saat temperatur tinggi bisa memicu api dan mudah terbakar,” tandas Wildan.(helmi)

loading...