Angkasa Pura 2

Kaum Hawa Dominasi Kepesertaan Program Padat Karya di Bandara Betoambari

Bandara KokpitSelasa, 9 April 2019
IMG-20190409-WA0048

BAUBAU (BeritaTrans.com) – Kaum hawa dominasi kepesertaan program Padat Karya di Bandara Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti dalam sambutannya disampaikan Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, Agus Priyanto menjelaskan, program padat karya ini merupakan solusi dalam memberikan tambahan penghasilan kepada warga desa sekitar bandara sehingga daya beli dan kesejahteraan meningkat.

“Saya harap seluruh bandara yang dikelola UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) dapat merealisasikan instruksi Presiden tersebut,  Ditjen Hubud ikut serta dalam percepatan pengentasan kemiskinan sekaligus melakukan pemeliharaan aset di bandara dapat terealisasi,” kata Agus di Baubau, Selasa (9/4/2019).

Kota Baubau kata dia, merupakan daerah yang memiliki potensi luar biasa. Tidak hanya sebagai penghasil aspal, tetapi juga memiliki potensi wisata yang menjanjikan.

Pelaksanaan program padat karya di Bandara Betoambari, istimewa karena sebagian besar pekerja merupakan kaum hawa, termasuk ibu rumah tangga.

Kepala UPBU Betoambari Nurul Anwar menjelaskan, sebagian besar warga yang mengikuti kegiatan padat karya pada 2019 adalah wanita yang kesehariannya berkebun. Mereka berbaur dan tidak mau kalah untuk ambil bagian dalam kegiatan rutin tersebut.

“Di kota ini memiliki keunikan tersendiri, dimana paling banyak pekerja merupakan wanita dan mereka bekerja sama seperti yang dilakuan laki-laki,” katanya.

Nurul menambahkan, program padat karya ini melibatkan 145 pekerja yang berasal dari tiga kelurahan yaitu Katobengke, Lipu, dan Sula. Mereka melakukan pekerjaannya meliputi kegiatan pembersihan saluran, pembersihan pagar parimeter, pembersihan runway strip, pengecetan marka pelataran parkir dan jalan, pembersihan jalan inspeksi serta pengecetan sisi udara.

Pelaksanaan program padat karya di Bandara Betoambari targetkan selesai selama 7 hingga 14 hari disesuaikan area kerja dan kemampuan pendanaan. Para pekerja mulai melakukan pekerjaannya setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA.

“Para pekerja yang ikut berpartisipasi syaratnya memiliki KTP yang tercatat merupakan warga Baubau, kami tidak membatasi jumlah pekerja, untuk tahun ini warga berasal di tiga kelurahan,” tambah Nurul. (omy)

loading...