Angkasa Pura 2

Di Depan Kepala UKI Sumatera Utara, Irjen Kemenhub Wahju Satrio Utomo Tegaskan, Kita Harus Hubungkan 6.000 Pulau Berpenghuni di Indonesia

itjen SDMKamis, 11 April 2019
IMG-20190411-WA0014

IMG-20190411-WA0015

MEDAN (BeritaTrans.com) – Tugas berat aparatur Kementerian Perhubungan (kemenhub) baik pusat sampai daerah adanya menyelenggarakan dan membangun konektifitas antardaerah dengan baik dan merata di seluruh Tanah Air. Pembanunan ke depan tak boleh Jawa Sentris, tapi harus Indonesia sentris.

“Indonesia mempunyai 17.000 pulau lebih dan 6.000 di antaranya ada penghuninya. Mereka itulah yang harus dihubungkan dengan sarana dan infrsatruktur transportasi yang baik dan memadahi,” kata Irjen Kemenhub Dr. Wahju Satrio Utomo, SH, M.Si di depan pejabat Unit Kepatuhan Internal (UKI) di kampus ATKP Medan, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, saat ini ada 31.000 pegawai Kemenhub (PNS). Jika ditambah pegawai kontrak dan honorer maka akan lebih banyak lagi. “Mereka itu harus bisa dikelola, diawasi agar bekerja dengan baik sesuai tupoksi masing-masing,” kata Tommy, sapaan akrab dia di dampingi Inspektur II Imam Hambali dan Direktur ATP Medan Suyatmo, ST, S.Pd, MT itu.

Pengarahan Irjen Kemenhub ini diikuti puluhan pegawai, khususnya di ATKP Medan, Syanbandar Belawan, BTPD Sumatera Utara, KAI Divre Sumbangut, dan instansi lain di lingkungan Kemenhub Sumatera Utara.

Salah satu indikator keberhasian kita sebagai insan perhubunga, menurut Tommy, jika bisa menyelenggarakan transportasi yang baik, selamat, aman, nyaman, terjangkau, tepat waktu dan merata di seluruh Tanah Air.

“Jika kita mampu melaksanakan semua itu, baru kita bisa disebut berhasil menjadi insan perhubungan,” jelas Tommy.

Tommy pun meminta kepada aparatur Kemenhub khususnya Kepala UKI untuk bisa bekerja dengan optimal, tulus, ikhlas dalam memajukan bangsa dan negara. “Tugas kita makin banyak dan beragam dan semua harus dilaksanakan dengan baik,” sebut Tommy.

Begitu luas dan beratnya tugas kita, menurut Tommy, maka kita harus kerja serius dan profesional. “Jika tidak, kita tak akan mampu melaksanakan tugas tersebut,” kilah Tommy.

Infrastruktur Transportasi di Indonesia

Data Kemenhub menyebutkan, setiap tahun ada 3.000 point lelang dengan melibatkan dana APBN puluhan triluan rupiah. “Semua harus diawasi agar tepat sasaran dan tidak dikorupsi,” terang mantan Kepala BPSDMP itu.

Saat ini, tercatat ada 556 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia. Selanjutnya ada lebih dari 6.000 Satuan Kerja (Satker) yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.

Sedang infrastruktur yang harus diawasi juga tak kalah banyaknya. Mereka itu antara lain, 3.357 pelabuhan baik Pemeritah atau swasta, 14.000 kapal termasuk kapal tol laut, 5.358 km ruas jalan rel, 143 terminal dan 22.000 bus serta ribuan km jalan arteri dan jalan tol.

“Semua harus diawasi dan dikontrol dengan baik, guna memastikan semua pelayanan transportasi nasional yang baik dan selamat untuk rakyat,” tandas Tommy.(helmi)

loading...