Angkasa Pura 2

Kapolri Jend. Tito Karnavian Instruksikan Seluruh Kapolda Bentuk Tim Antibandit Untuk Hadapi Kejahatan Jalanan

Aksi Polisi KoridorSabtu, 13 April 2019
Kapolri_Tito

Anggota Polri1

JAKARTA (BerutaTrans.com) – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh Kepala Polda (Kapolda) di Indonesia untuk membentuk satuan atau tim antibandit demi meminimalisir terjadinya aksi kejahatan jalanan di tengah masyarakat.

“Untuk antisipasi kejahatan street crime sesuai dengan kebijakan Bapak Kapolri, agar tiap Kapolda betul-betul mengantisipasi kejahatan jalanan, oleh karenanya kapolda diperintahkan bentuk unit-unit khusus untuk tangani kejahatan jalanan sebagai contoh polda buat tim antibandit,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Tim ini lanjut Dedi, dipersiapkan dengan seluruh perlengkapan khusus. Mulai dari kendaraan taktis, persenjataan lengkap dan kemampuan beladiri. Tim itu, akan berusaha melakukan mitigasi terhadap aksi-aksi kejahatan jalanan di tempat-tempat dan jam-jam tertentu.

Menurutnya Brigjen Dedi,  ada beberapa titik wilayah yang masuk dalam peta kerawanan terjadinya kejahatan jalanan (street crime). Mulai dari Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Bekasi Kota, Tangerang Kota dan Depok.

“Jam dan tempat yang sudah di-mappingkerawanannya selain mitigasi tim ini juga punya efek detterence (efek gentar) upaya paksa penangkapan pelaku kejahatan baik terjadi di jalan raya ataupun di tempat umun lainnya,” tutur Dedi ssperti dilansir laman okezone.com.

Selain itu, antisipasi lain yang dilakukan polisi ialah melakukan patroli 24 jam di ruas-ruas jalan yang dianggap rawan kejahatan. Polri juga akan bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk memperbanyak jumlah CCTV.

“Untuk mengefektifkan upaya pemberantasan street crime banyak CCTV dipasang tempat keramaian dalam hal ini ada kerjasama Pemda dan command center. Ada tingkat Polda dan Polres.”

“CCTV akab diletakkan di tempat strategis dan rawan dalam rangka mengantisipasi dan untuk rekam situasi jika terjadi (kejahatan), mempermudah (melacak) pelaku dan mengungkap kasusnya,” tegas Dedi. (helmi)

loading...