Angkasa Pura 2

Program Konversi Berhasil, Subsidi BBM Tahun 2019 Turun Jadi Rp33 T

Energi KoridorSabtu, 13 April 2019
Biosolar SPBU

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat subsidi LPG tahun  2019 ini mencapai Rp64 triliun, jauh lebih tinggi ketimbang subsidi bahan bakar minyak (BBM) terutama untuk Solar hanya sebesar Rp33 triliun. Sedang BBM minyak tanah sudah dikonversi ke LPG 3 kg.

Kementerian Keuangan mencatat subsidi energi di 2018 melonjak 57% dibanding 2017 jadi Rp153, 5 triliun. Rinciannya adalah subsidi BBM dan LPG Rp97 triliun, dan listrik Rp56,5 triliun.

Dibongkar lebih lanjut, dari sisi BBM-LPG-Listrik yang menelan subsidi  porsi paling banyak saat ini adalah subsidi LPG. Sumsidi BBM jauh menurun karena sudah dilakukan konversi dari BBM ke LPG khususnya ukuran 3 kg.

Angka subsidi ini adalah tertinggi sepanjang sejarah sejak LPG diluncurkan 11 tahun lalu. Angka tertinggi kedua pernah dicetak oleh RI pada 2014 lalu di Rp48,97 triliun.

Kenaikan harga minyak mentah dunia ditambah pelemahan rupiah, nampaknya berkontribusi bengkaknya subsidi BBM & LPG.

Di sepanjang tahun 2018, harga minyak jenis brent memang jeblok 19,55% secara point-to-point.

Namun, rata-rata harga di tahun lalu adalah sebesar US$ 71,67/barel, naik dari rata-rata tahun 2017 sebesar US$ 54,75/barel.(helmi)

0

loading...