Angkasa Pura 2

Kendaraan AMMDes Dipamerkan Saat Pembukaan Diklat Gratis di Kampus BP2IP Tangerang

Koridor Otomotif SDMMinggu, 14 April 2019
IMG-20190414-WA0029

IMG-20190414-WA0030

TANGERANG (BeriraTrans.com) – BPSDM Perhubungan melalui kampus BP2IP Tangerang menampilkan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan atau AMMDes, disela-sela pembukaan Diklat Peberdayaan Masyarakat (DPM), di kampus pelaut di Mauk, Tangerang, Minggu (14/4/2019) pagi.

Kendaraan AMMDes itu diproduski oleh PT Kreasi Mendiri Wintor Idonesia (KMW), yang meruakan produk anak bangsa sendiri. SDM atau teknisi di KWM semua orang Indonesia yang ahli di bidangnya.

AMMDes itu dipamerkan di depan Auditorium BP2IP Tangerang, di Mauk, Pemkab Tangerang, Banten. Menhub bersama pejabat eselon I seperti Kepala BPSDMP Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi, Staf Ahli Menhub Bidang Logistk dan Keselamatan Cris Kuntadi. Mereka didampingi Kepala BP2IP Tangerang Jhony Turiska, ST, MT langsung melihat dan mengikuti paparan singkat dari petugas dari KMW.

Produksi Anak Bangsa

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan atau AMMDes ini dibuat dengan tujuan untuk membantu aktivitas yang berkaitan dengan perekonomian desa.
Dan, AMMDes diproyeksikan menjadi Kendaraan Multiguna Pedesaan di masa mendatang.

Kendaraan AMMDes ini mengusung 70 persen komponen lokal dan sekitar 184 komponennya diproduksi oleh industri kecil menengah. Kehadiran kendaraan AMMDes ini merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan kendaraan karya anak bangsa.

Bagian belakangnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemakai, seperti untuk alat pengangkutan, alat pengolahan hasil panen, genset, dan pompa air untuk irigasi dan beberapa fungsi lain.

Menhub Budi Karya bersama Dirjen Hudat Budi Setiyadi menapresiasi AMMDes karya anak bangsa ini. Kendaraan itu diharapkan bisa menjadi sarana untuk mendukung dan mengolah produksi pertanian dan perikanan di Tanah Air.

“Satu AMMDes bisa dilengkapi dengan ebrbagai peralatan sesuai kebutuhan, seperti alat pemecah es untuk para nelayan, perontoh padi, sampai alat perjernih air sehingga bisa dikonsumsi masyarakat,” tukas Menhub.

Dirjen Budi menambahkan, AMMDes sangat cocok untuk angkutan alat produksi bagi masyarakar desa khususnya petani dan nelayan. “Mobil tersebut djual dengan harga Rp70 juta per unit,” kataa saat menjawab BeritaTrans.com.

Selanjutnya, dia menambahkan, kendaraan AMMDes bisa ditambah dengan fasilitas dan peralatan sesuai kebutuhan di masyarakat. “Harganya angat bersaing dan cocok dengan kondisi geografis Indonesia,” papar Dirjen Budi.

Menurutnya, untuk para nelayan maka kendaraan AMMDes bisa ditambah dengan alat pemecah es. Dengan begitu, AMMDes bisa digunakan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan para nelayan.

Bagi petani, menurut dia, bisa ditambah alat perontoh padi atau lainnya yang dibutuhkan di lapangan. “Jadi, pas untuk masyarakat kita,” tegas Dirjen Budi.(helmi)

loading...