Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Pilih Sungai Musi Palembang Sebagai Pilot Project Pengembangan Angkutan Sungai, Danau Dan Penyeberangan di Indonesia

KoridorSenin, 15 April 2019
IMG-20190415-WA0020

IMG-20190415-WA0019

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah sedang melakukan penataan terhadap angkutan sungai dan danau baik dari sisi regulasi, sarana, prasarana, dan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor transportasi. Salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan yang telah ditetapkan sebagai Pilot Project Nasional Angkutan Sungai yaitu di Sungai Musi, Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi di Jakarta, Minggu (14/4/2019).

Dikatakan, langkah tersebut dilakukan Pemerintah pusat sedang giat-giatnya melakukan pengawasan dan perbaikan terhadap angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (SDP), terlebih pasca kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba setahun silam.

Oleh karenanya, kata Dirjen Budi, penataan angkutan sungai di Sumatera Selatan telah dimulai sejak tahun 2018 yang berfokus di kawasan 16 Ilir dan 7 Ulu Palembang, Sumsel.

“Kami pilih kedua lokasi tersebut karena kedua lokasi tersebut adalah simpul aktivitas angkutan sungai di Sumatera Selatan,” kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Mangasi Sinaga menambahkan.

Sejauh ini seperti diungkapkan Mangasi, bahwa untuk mendukung program penataan angkutan sungai di kawasan 16 Ilir dan 7 Ulu Palembang telah dilaksanakan beberapa kegiatan seperti perencanaan teknis penataan kawasan, rehab fasilitas dermaga dan peningkatan fasilitas darat lainnya.

“Kemudian meningkatkan kualitas SDM operator kapal maupun aparatur petugas/Pemerintah melalui Bimbingan Teknis. “Hal ini kami lakukan dengan alokasi anggaran sebesar Rp13 Milyar,” jelas Mangasi.

Pemilihan kawasan 16 Ilir dan 7 Ulu Palembang juga karena lokasi tersebut titik simpul integrasi aktivitas masyarakat yang didukung dengan integrasi antar moda seperti moda LRT, BRT (Trans Musi), angkutan sungai, pasar dan wisata air.

“Saat ini juga sedang dikembangkan pelayanan e-ticketing integrasi antara LRT, BRT dan Angkutan Sungai yang bekerjasama dengan pihak perbankan berbasis IT,” tandas Mangasi.(helmi)

loading...