Angkasa Pura 2

Dongkrak Okupansi, Perlu Integrasi LRT Sumsel dan Angkutan Umum di Palembang

Emplasemen KoridorRabu, 17 April 2019
WhatsApp Image 2019-04-16 at 12.06.19

PALEMBANG (BeritaTrans.com) – Menhub Budi Karya Sumadi menegaskan, Pemerintah (Kemenhub dan Pemrov Sumatera Selatan) dan pihak terkait terus berupaya untuk mengintegrasikan LRT Sumsel dengan angkutan lain maupun dengan fasilitas yang ada di kota Palembang.

Okupansi LRT Sumsel di Palembang yang masih rendah ini, karena lintasan LRT di Palembang itu masih tumpang tindih dan sejajar dengan angkutan umum lain baik angkutan kota (angkot), AKAP dan AKDP yang sudah ada sebelumnya.

Kondisi carut marut dan tumpang tindih antarangkutan umum itulah yang menyebabkan di satu sisi okupansi LRT Sumsel masih rendah. Dan, di sisi lain kemacetan lalu lintas di jalan Sudirman Palembang masih terus sampai sekarang.

“Palembang butuh kebijakan untuk merekonstruksi lintasan-lintasan transportasi sehingga LRT dapat diandalkan sebagai angkutan utama, sementara moda-moda lain adalah supporting,” kata Menhub Budi Karya saat kunjungan ekrja ke LRt Sumsel, Palembang, kemarin.

Dikatakan, ini tidak bisa dipisahkan dengan fasilitas kota lainnya. Kehadiran LRT adalah bagaimana LRT bisa mensubtitusi angkutan-angkutan umum ang ada, baik matra darat atau sungai yang ada Kota Palembang khususnya.

“Jadi kita harus pastikan LRT memberikan suatu makna terutama berkaitan berkurangnya kemacetan, dan juga bertambah baiknya udara di Palembang,” jelas Menhub lagi.

Turut hadir di rapat evaluasi LRT Sumsel diantaranya perwakilan Ditjen Perkeretaapian, UPT Kemenhub di Sumsel, Dishub Provinsi Sumsel, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Prov. Sumsel, Bappeda Prov. Sumsel, Dishub Kota Palembang, Dishub Kabupaten Banyuasin, Divre III PT KAI dan stakeholder lain yang terkait.(helmi)

loading...