Angkasa Pura 2

Pemerintah Mau Terapkan B100, Ini Kata Pengusaha Anggota Aptrindo

Energi Koridor OtomotifKamis, 18 April 2019
2019-04-18 13.09.34

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengusaha logistik dan Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman mengkitisi rencana Pemerintah (Presiden Jokowi) akan menerapkan biofeul murni atau 100%. Namun, untuk menerapkan murni BBM nonfosil atau B100 di Indonesia masih butuh waktu dan proses lama.

“Jika akan menerapkan B100, maka butuh kendaraan yang sama sekali berbeda dengan kendaraan yang ada kini,” kata Kyat, sapaan akrab dia menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Dikatakan, kalau penerapan BBM dengan campuran biofeul 20% atau B20 sejauh ini belum ada masalah yang berarti. Semua jalan dulu apa adanya.”Dan, operasional truk yang menggunakan B20 tak menemui kendala yang berarti,” sebut Kyat.

Cuma dia mengakui, pihaknya belum melakukan konsistensi komposisi B20 di swtiap pom bensin/ SPBU di jalur yang dilalui truk-truk angkutan logistik nasional.

Menurut Kyat kalau sebelum menerapka BBM B20 waktu itu, kita (Aptrindo) sangat berkeberatan karena memang belum pernah dilakukan testing ke truk besar.

“Namun, akhirnya kita (anggota Aptrindo) melakukan test sendiri. Dan semua berjalan lancar,” papar Kyat lagi.

Menurut pengusaha logistik asal Surabaya itu, setelah kita lakukan test menggunakan metode used oil analisis. “Ternyata, tidak ada dampak yang sangat berarti,” kilah Kyat.

Implikasinya, Aptrindo Termasuk armada Lookman Djaja Logistik, milik Pak Kyat, ikut menggunakan B20. “Jadi, kita tidak keberatan dengan solar B20,” papar Kyat lagi.

Lalukan Testing Dulu Namun begitu, Kyatmaja Lookman berkilah, untuk menerapkan BBM B100, kita minta kepada Pemerintah untuk melakukan testing kepada kendaraan truk.

“Jika testing kepada kendaraan truk tak masalah dan memang bisa dilakukan, maka Aptrindo akan ikut menggunakan B100. Semua harus dilakukan uji coba dan dipastikan laik dan aman digunakan,” tukas pengusaha logistik itu.

“Tapi jangan sampai kebijakan penerapan B100 langsung diterapkan tanpa uji coba yang cukup dan dipastikan kelaikannya,” tegas Kyatmaja Lookman.(helmi)

loading...