Angkasa Pura 2

Tertabrak Kapal Gili Iyang, Dermaga Bawean Rusak

DermagaKamis, 18 April 2019
dermaga-pulau-bawean-gresik-rusak

GRESIK (BeritaTrans.com)- Breasting dholpin di Dermaga Pulau Bawean yang baru saja diperbaiki kembali rusak. Hasilnya, proses perbaikan dermaga yang ditargetkan selesai pada 15 April ternyata molor.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik sudah menyurati ASDP Gili Iyang untuk kembali melakukan perbaikan. Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Gresik, Roni Soebiyantoro, mengatakan sebenarnya proses perbaikan dermaga Bawean sudah selesai. Pekerja ASDP juga telah pergi.

“Tetapi saat hendak diuji coba ternyata breasting dholpin rusak kembali jatuh ke laut,” ujarnya.

Menurutnya, proses memindahkan breasting dholpin tersebut tidak mudah. Memerlukan alat, karena ukurannya sangat besar.

“Akibatnya, kapal tidak bisa bersandar di dermaga,” terangnya.

Pihaknya kembali menyurati pihak ASDP untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Lanjut Roni, jika persoalan ini selesai dibenahi, pihaknya optimis dermaga bisa kembali digunakan. Kendaraan roda empat bisa kembali masuk ke Bawean.

Sementara itu, perwakilan Gili Iyang Sulaimi mengatakan proses perbaikan dermaga Bawean akan secepatnya diselesaikan.

“Kami usahakan selesai dalam waktu tiga hari ke depan,” tegasnya.

Sebelumnya, transportasi Pulau Bawean kembali bermasalah. Kali ini giliran kapal barang yang dipastikan tidak bisa berlayar.

Penyebabnya pelabuhan di Bawean mengalami kerusakan setelah ditabrak Kapal Gili Iyang.

Tiang penyangga breasting dolphin hampir roboh setelah ditabrak kapal Gili Iyang beberapa waktu yang lalu sehingga kerusakan di breasting dolphin itu membuat pelayaran kapal di dermaga Bawean terganggu.

Roni Soebiyantoro mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya kerusakan dermaga Bawean. Dipastikan y pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan Dishub Jatim dan PT ASDP selaku pemilik kapal Gili Iyang. Mereka siap untuk melakukan perbaikan karena kerusakan disebabkan kapal mereka. “Kami langsung tindaklanjuti permasalahan tersebut,” terangnya.

Namun, pihaknya belum tahu seberapa jauh tanggung jawab yang akan dilakukan PT ASDP. Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki pelabuhan sangat mahal. “Mencapai miliaran. Makanya nanti akan kami komunikasikan lagi,” kata dia.

Menurut dia, untuk sementara penanganan yang dilakukan adalah dengan merobohkan breasting dolphin yang mengalami kerusakan. Sehingga, dermaga bisa difungsikan kembali. “Di dermaga tersebut ada 3 breasting dolphin. Yang rusak hanya satu. Jadi itu yang akan kami robohkan. Biar yang dua bisa difungsikan,” ungkapnya.

(jasmine/sumber dan foto: tribunnews.com).