Angkasa Pura 2

Hindari Macet, Jasa Marga Siapkan Rest Area dan Wisata Kuliner di Tol Jakarta-Cikampek

Destinasi KoridorMinggu, 21 April 2019
GT Cikarang Utama

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Gerbang Tol Cikarang Utama (Cikarut) saat ini sudah tidak lagi dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai instrumen alat kendali arus lalu lintas dari Jakarta ke Jawa Barat, Tengah dan Timur.

Kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek kedua arah semakin parah. Kasus itu hampir terjari swlama 24 jam sehari. Tol Jakarta-Cikampek kini sudah layak disebut jalur “negara” bagi kendaraan ke Jakarta atau sebaliknya dari arah timur.

“Gerbang Tol (GT) Cikarut sudah banyak tergerus proyek,” kata Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga, Tbk Irra Susiyanti dalam keterangannya, di Jakarta kemarin.

Sebentar lagi, bangsa Indonesia akan menghadapi event besar mudik Lebaran 2019. Arus lalu lintas dari Jakarta ke arah timur khususnya melalui tol Jakarta-Cikampek akan naik luar biasa besarnya.

Untuk itu, lanjut Irra, antisipasi terhadap kepadatan di gerbang tol dan jalur utama jalan tol Jabotabek dan di rest area, pengguna jalan akan didorong untuk menikmati perjalanannya samhil istirahat, khususnya mereka yany sudah menempuh perjalanan jauh.

Caranya dengan mengunjungi destinasi wisata atau sekadar kulineran di sepanjang exit tol Trans Jawa. “Sehingga tak lagi bertumpuk di rest area yang ada di dalam tol saja,” jelas Irra.

Strategi berikutnya, menurut Irra, adalah antisipasi di beberapa gerbang tol barrier di Tol Trans Jawa menyusul akan tingginya euforia masyarakat mencoba tol Trans Jawa masih tinggi.

Terkait hal ini, maka fokus berikutnya adalah keselamatan. Masyarakat (pemudik) boleh saja melintas di jalan tol. Tapi harus tetap fokus dan menjadikan keselamayan sebagai prioritas utamanya.

Tol Elevated Belum Jadi

Sebelumnya, pakar transportasi Ujika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, pembangunan jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek bisa bisa digunakan menjelang Lebaran 2019 nanti.

“Melihat perkembang fisik proyek tol elevated saat ini, maka saat mudik nanti belum bisa digunakan meski baru fungsional. Jika memang belum siap maka jangan paksakan untuk dioperasikan,” jelas Djoko.

Oleh karena itu, Djoko meminta para pihak terkait untuk menyiapkan antisipasinya sejak dini. “Ditjen Hubdat, PT Jasa Marga, Dishub Jakarta dan Dishub Jakarta agar segera berkoordinasi untuk menyiapkan solusi terbaik dari potensi kepadatan lalu lintas ini,” tegas Djoko.(helmi)

loading...