Angkasa Pura 2

Mudik Lebaran 2019, Diperkirakan Ada 32 Juta Pemudik

KoridorSenin, 22 April 2019
2019-04-22 09.04.38

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Jumlah pemudik pada libur Libaran tahun 2019 diprediksilan mencapai 32 juta orang. Mereka akan pulang terutama dari Jakarta dan kota di sekitarnya menuju berbagai kota di Jawa dan Sumatera serta daerah lain di Indonesia.

“Pemudik dengan angkutan umum berbagai moda mencapaibkisaran 22 juta orang. Mereka meliputi matra darat 4.68 juta orang, kereta api 6.4 juta orang, kapal laut 1.8 juta orang, kapal roro 4.5 juta orang dan pesawat udara 5.7 juta orang,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi pada Rakor Angkutan Lebaran 2019 di Kemenhub, Jakarta Senin (22/4/2019).

Sementara, lanjut dia, pemudik dengan kendaraan pribadi diproyeksikan sebesar 3.7 juta orang dan pengguna sepeda motor sebanyak 6.8 juta, atau perkiraan awal 10 juta orang.

Yang perlu diwaspadai bersama adalah, shifting atau perpindahan penumpang ada moda udara dan lainnya ke angkutan darat. Semua harus diantisipasi, meski mayoritas pemudik menggunakab moda darat.

“Saat ini tiket pesawat mahal dan kapasitas KA terbatas. Saat itulah orang akan banyak beralih ke mosa darat. Jada operator angkutan darat melalui Organda harus menyiapkan antisipasi dengan baik,” pinta Dirjen Budi.

Menjelang mudik Lebaran 2019, armada angkutan umum yang disiapkan menurut Dirjen Budi cukup besar. Moda darat disiapkan 49.613 bus, kapal roro 207 unit.

Kemudian pesawat terbang sebanyak 557 unit di seluruh Indonesia, kapal laut 1.293 unit, dan Ka sampai ratusan unit termasuk lokomotif dan SDMnya.

Mudik Via Ruas Tol

Sejalan dengan setelahnya pembangunan tol Trans Jawa dan sebagian Sumatera, menurut Dirjen Budi, akan semakin banyak pemudik menggunakan matra darat terutama kendaraan pribadi.

“Mulai dari Terbanggi Besar Lampung sampai Grati dan Malang Jaw Timur sudah terhubung jalan tol yang baik dan nyaman. Saat itulah diproyeksikan makin banyak pemudik menggunakan mobil pribadi saat mudik Lebaran nanti,” papar Dirjen Budi.

Prediksi kami dan hasil studi Balitbanghub, sebanyak 40% pemudik akan pulang melalui jalan tol Trans Jawa. Peluang pendapatan besar tapi resiko di jakan tol juga besar pula.

“Oleh karenanya harus diantisipasi dengan baik, mulai di gerbang tol, exit serta saat melaju di jalan tol. Jangan sampai melebihi batas kecepatan dan memicu terjadinya kecelakaan,” kilah Dirjen Budi.

Menurutnya, Dirut Jasa Marga (Bu Dessy dan staf) harus mempersiapkan diri dengan baik. “Intinya pelayanan di jalan tol harus makin baik, lancar dan selamat;” pesan Dirjen Budi.

Titik Krusial Macet

Menurut Dirjen Budi, ada beberapa titik krusiap rawan macet termasuk di ruas tol Trans Jawa. Mulai GT keluar Jakarta, kemudian simpang tol ke Bandung, Cikampek, Brexit, Tegal dan seterusnya.

“Namun yang paling krusial adalah beberapa GT di Jateng, yaitu GT Kali Kangkung Semarang, GT Salatiga dan GT Colomadu Surakarta. Mereka harus diantisipasi dengan baik, jangan sampai saatnya tiba menjadi masalah,” terang Dirjen Budi.

Yang tak kalah krusialnya, menurut Dirjen Budi adalah exit tol mulai dari Cikampek, Brexit, Kali Kangkung dan lainnya. “Harus disiapkan antisipasi dengan baik. Bila perlu ada rekayasa lalu lintas sejak dini, agar arus mudik dan balik Lebaran berjalan lancar,” tegas Dirjen Budi.(helmi)

loading...