Angkasa Pura 2

Tarif Baru Ojol Berlaku 1 Mei, Ditjen Hubdat Akan Evaluasi Secara Berkala

KoridorSenin, 22 April 2019
IMG-20190422-WA0029

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menuangkan tarif baru ojek online (ojol) dalam PM No. 12 tahun 2019, pada aturan tersebut ditetapkan tarif ojol sebesar Rp2.000/km. Tarif ojol yang baru teraebut akan berlaku efektif mulai 1 Mei 2019 mendatang.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani mengatakan pihaknya siap memberlakukan kebijakan mengenai tarif baru teraebut.

Selajutnya, pihak Ditjen Hubdat akan rutin melakukan evaluasi pada aturan tarif ojek online yang baru. Dengan begitu dinamika di lapangan bisa dipantau dan langsung disikapi dengan baik.

“Evaluasi setiap sebulan sekali. Kemenhub menurut Ahmad akan melakukan survei dan menanyakan aplikator, driver, maupun masyarakat apakah tarif yang pihaknya tetapkan sudah pas,” jelas Ahmad Yani lagi.

“Paling lama sebulan (evaluasi). Nanti kita tanya kita melihat fluktuasi dari hasil evaluasi,” papar Ahmad Yani.

Alumni STTD itu mengatakan bahwa Kemenhub ingin semua pihak merasa nyaman dan tidak ada yang dirugikan. Untuk itu pihaknya masih akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pemberlakuan aturan baru tarif ojol.

Tarif Terbaik untuk Semua

Menurut Ahmad Yani, Pemerintah mau semua nyaman. Kalau teman-teman driver dan aplikator nyaman tapi masyarakat ngeluh mahal kan menimbulkan polemik itu harus kita liat,” kata Ahmad.

“Atau juga masyarakat senang harganya murah tapi driver sengsara, ya kita cek juga,” urai Ahmad Yani.

Sebelumnya ada kekhawatiran yang menghinggapi para driver atas pengaplikasian aturan tarif ojol baru ini. Namun, dia mengatakan pihaknya masih akan mengevaluasi tarif tersebut.

“Driver pun malah senang. Tapi ada juga khawatiran yang mereka rasakan. (Mereka) Takut penumpang sepi karena mahal,” ungkap Ahmad.

Disitulah urgensinya dilakukan evaluasi tersebut. Pemerintah ingin berbuat baik untuk semua. Sekaligus bisa diaplikasikan dengan optimal untuk kebaikan bersama.

“Oplikator senang, driver senang dan masyarakat sebagai konsumen juga senang dan mampu membelinya,” tegas Ahmad Yani.(helmi)