Angkasa Pura 2

Jelang Mudik Lebaran 2019, Lampung Gerbang Keluar-Masuk Orang dan Kendaraan Sumatera-Jawa Atau Sebaliknya

KoridorSelasa, 23 April 2019
IMG-20190423-WA0029

IMG-20190423-WA0034

LAMPUNG (BeritaTrans.com) – Dialog Publik Konektivitas Membangun Bangsa yang mengangkat tema Mudik Selamat, Guyub Rukun digelar di Lampung, Selasa (23/4/2019). Menghadapi masa Angkutan Lebaran, terutama di wilayah Lampung, yang menjadi gerbang masuknya masyarakat dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan sebaliknya harus benar-benar siap.

“Diharapkan Pemerintah Pusat maupun Pemda mempersiapkan masa angkutan Lebaran ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan serta keselamatan yang tinggi,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dirjeb Hubdat Budi Setiyadi, Selasa.

Penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2019 nanti hendaknya mampu menghantarkan para pemudik ber-Lebaran di kampung halaman dengan selamat.

Dikatakan, salah satu kegiatan yang telah dilakukan pada Pintu Gerbang Jawa Sumatera adalah telah selesainya dibangun terminal dan dermaga eksekutif Merak dan Bakauheni. Fasilitas tersebut telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya ke Lampung, Jumat, 8 Maret 2019 lalu.

Dalam rangka meningkatkan aksesiblitas dan konektivitas, papar Dirjen Hubdat, Pemerintah telah membangun infrastruktur secara besar-besaran. “Salah satu infrastruktur yang dibangun secara masif adalah jalan tol dimana telah dibangun 1.267 km jalan tol dari target pembangunan sampai tahun 2019 yaitu 1.852 km,” sebut Dirjen Hubdat menambahkan.

Sementara, tambah Dirjen Budi, jalan tol yang dibangun adalah jalan tol trans Jawa yang telah digunakan untuk jalur mudik lebaran, serta jalan tol di Sumatera yaitu dari Bakauheni hingga Palembang sebagai bagian dari jalan tol Trans Sumatera.

“Dengan terhubungnya tol Jawa dan Sumatera tersebut, perlu diantisipasi adanya euphoria masyarakat yang mungkin akan lebih menggunakan tol tersebut sebagai jalur mudik,” terang Dirjen Budi.

“Oleh karenanya, kita perlu mempersiapkan kesiapan prasarana jalannya dan mengarahkan agar tidak semua menumpuk menggunakan jalan tol secara bersamaan,” tandas Dirjen Budi kagi.(helmi).