Angkasa Pura 2

WTN, Menggali Inovasi Kepala Daerah Untuk Membangun Angkutan Umum di Wilayahnya

KoridorRabu, 24 April 2019
IMG-20190424-WA0017

IMG_20190424_134706

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Selama sepekan mulai Senin (22/4/2019) tenah dilakukan Penilaian Wahana Tatakarya Nugraha (WTN) tahun 2019. Bertempat di Hotel Alila, Jakarta, dilakukan penilaian WTN oleh tim independen yang terdiri dari Ditjen Hubdat, akademisi, pengamat dan praktisi serta tokoh masyarakat di bidang transportasi di Tanah Air.

Dalam pelaksanaannya, proses penilaian dibagi menjadi beberapa tim, sesuai zonasi masing-masing. Setiap kepala daerah terutama Bupati dan walikota didampingi staf terutama Kadishub diminta mempresentasikan hasil kerja dan inovasinya dalam membangun angkutan umum di daerahnya.

Selanjutnya, mereka akan berdialog dan diajukan beberapa pertanyaan oleh Dewan Yuri WTN yang telah ditunjuk. Dalam proses itulah akan ditanya seluruh hal terkait upaya membangun angkutan umum di wilayahnya, lengkap dengan pernik-pernik serta terobosan yang telah dilakukan untuk melayani angkutan umum masyarakat.

IMG-20190424-WA0021

Pantauan BeritaTrans.com di lapangan Rabu (24/4/2019) banyak kepala daerah menujukkan keseriusan dan datang sendiri memprsentasikan program kerjanya dalam membangun angkutan umum di daerahnya.

Mereka para kepala daerah juga harus menghadapi berbagai pertanyaan Dewan Yuri untuk menguji kemampuan serta inovasi dan terobosan yang akan dan mungkin diciptakan di daerahnya.

Intinya, setiap daerah harus mmbangun dan mempunyai angkutan umum yang baik, aman, nyaman dan selamat untuk warganya.

“Beberapa kepala daerah di Jawa Tengah misalnya, cukup serius dan mempunyai konsep yang baik dalam membangun angkutan umumnya. Mereka anara lain Pemkab Jepra, Pemkab Sragen, Pemkot Salatiga, Pemkot Solo dan lainnya.

“Beberapa diantaranya, seperti Walikota Salatiga Yulianto datang sendiri mempresentasikan program pembangunan angkutan umum di daerahnya,” kata salah satu anggota Dewan Yuri Joko Setijowarno kepada BeritaTrans.com.

IMG-20190424-WA0019

Meski ada beberapa daerah yang masih sulit dan belum mampu membangun angkutan umumnya. Namun menurut Djoko, mereka datang dan mempresentasikan programna itusudah bagus.

“Perlu didorong dan difasilitasi sejumlah Pemda agar mempu membangun angkutan umum di daerahnya menjadi lebih baik dan ebrmanfaat bagi wargaya,” sebut akademisi senior itu.

Pendapat serupa juga disampaikan anggota Dewan Yuri Darmaningtyas, dari Intsrans. Menurut dia, dari hasil wawancara dan pemaparan program mereka, ada beberapa daerah yang cukup bagus dan serius untuk membangun angkutan umumnya.

“Perlu dihargai, mereka sudah mempunyai konsep. Meski harus diakui, untuk merealisasikan angkutan umum itu butuh peran serta pihak lain, termasuk Pemerintah Pusat untuk membantu pendanaannya,” aku Tyas, sapaan akrab dia.

IMG-20190424-WA0015

Yang perlu digali selama proses penilaian dan wawancara ini, menurut Tyas, bagaimana menggali inovas-inovasi Pemda untuk terobosan dalam membangun angkutan umumnya.

“Masalah minimnya dana APBN/ APBD, seharusnya tak boleh menjadi kendala dalam membangun angkutan umum ini,” sebut Tyas.

“Kemacetan di berbagai kota di Indoensia sudah semakin parah. SOlusinya aalah membangun angkutan umum yang baik, nyaman, terpadu, terjangkau dan selama,” tegasputra Yogyakarta itu.(helmi)

loading...